Tekno Otomotif

iPhone X, Pujian yang Terlalu Mahal

Dalam gebrakan produk terbarunya beberapa waktu lalu, Apple secara mengejutkan merilis seri berbeda yakni iPhone X. Ternyata rumor soal iPhone 8 tanpa tombol home dengan layar tepi ke tepi keliru, hal itu justru ada pada iPhone X yang tak diduga sebelumnya.

CEO Apple Tim Cook menyatakan iPhone X adalah “loncatan terbesar sejak iPhone pertama,”. Manakah yang dimaksud oleh Tim Cook? Fitur atau harga dari iPhone X itu sendiri. Oke, sekarang kita abaikan bagaimana Apple memberi nama pada iPhone X. Yang jadi pertanyaan adalah bagaimana bisa Apple membanderolnya begitu tinggi dengan biaya produksi yang tak terlalu mahal.

Selain itu, inovasi teknologi dan fitur yang ditawarkan Apple juga dipertanyakan. Seperti teknologi sensor wajah yang menggantikan sidik jari atau menghilangkan tombol home yang bisa saja menjadi solusi atau hanya sekedar sensasi.

Sensor wajah atau Face ID pada iPhone X memang canggih, jika Touch ID punya tingkat error 1: 50.000, maka Face ID dikatakan lebih baik, yakni 1: 1.000.000. “Tapi bukan berarti sistem tersebut tak bisa dibobol” ucap Tom Grissen, CEO perusahaan biometric. Kendala gagal mengenali wajah penggunanya pun bisa saja terjadi.

Bicara soal kinerja memang tak perlu dipungkiri lagi, iPhone X dianggap sangat mumpuni dan sangat anti dengan kata lelet. Dikutip dari situs aplikasi benchmark Geekbench, ternyata kinerja iPhone X setara dengan Macbook Pro 13 inci model terbaru.

iphone-x2

Kamera ganda vertikal iPhone X yang berbeda dari seri iPhone lainnya | Dok. Apple

Tapi wajarkah jika Apple membanderolnya dengan harga yang hampir sama dengan Macbook Pro? Di Amerika Serikat saja iPhone X dibanderol  USD 1.149 atau setara Rp 15 juta. Jika telah mendarat di Indonesia, iPhone X bisa menyentuh angka USD 1.600-1.700 atau setara Rp 21-22 juta. Prediksi harga ini bercermin dari banderol Macbook Pro yang hampir sama.

Layar berteknologi penuh OLED, Pemindai wajah Face ID, Minus tombol home, layar tepi ke tepi dan trim bezel super tipis menjadikan iPhone X sebagai ponsel pintar termahal saat ini. Belum lagi jeroan dapur pacunya yang dahsyat. Tapi sobat lanang akan terkejut dengan biaya produksi iPhone X yang ternyata tak sampai menyentuh setengah harga jual iPhone X.

Beberapa rincian komponen iPhone X ini bisa anda hitung sendiri: Panel OLED menjadi yang termahal. Apple membelinya dari Samsung seharga USD 80 per unit. Lalu untuk memori internal dan RAM dibeli dari Toshiba. Sedangkan memori NAND 256 GB dibeli seharga USD 45, sementara RAM 3 GB seharga USD 24.

Sementara untuk prosesor A11 Bionic didapat dari TSMC dengan harga pembuatan USD 26. Modem yang digunakan iPhone X pun dibeli dari Qualcomm seharga USD 18. Kaca panel di bagian depan dibeli seharga USD 18. Sedangkan sensor 3D Touch menghabiskan dana USD 25.

Jika ditotal secara keseluruhan, biaya produksi iPhone X varian 256 GB hanya seharga USD 412,75 atau sekitar Rp 5,5 juta. Jadi masih ada selisih USD 736 atau RP 10 juta. Kekhawatiran Apple soal harga komponen dari para vendornya memang bisa dimaklumi, namun bukan berarti Apple membebankan semua itu kepada konsumen. Jadi apa pertimbangan sobat lanang untuk membelinya?