News

IWL, Komunitas Kreatif Melawan Pembajakan

Berbarengan dengan konvensi film yang merupakan bagian dari sederet acara di Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD) 2017, Kamis (13/10/2017), sejumlah komunitas kreatif (film & musik) dan periklanan bekerjasama untuk launching program Infringing Website List (IWL).

Adalah sebuah program yang bertujuan untuk mengurangi pendapatan pemasangan iklan dan pendapatan dari iklan di situs-situs pembajakan. Program IWL ini sendiri nantinya akan mengidentifikasi situs-situs pembajakan dan membagikan daftar web tersebut kepada pengiklan untuk mencabut iklan di situs-situs tersebut.

Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) mengatakan jika kerja sama ini akan membantu para generasi muda yang ingin berkarier di dunia kreatif.

“Mereka akan mendapatkan rasa aman di mana karya-karya mereka nantinya akan lebih dihargai dan tidak dimonetisasi oleh situs-situs pembajak untuk keuntungan sepihak,” katanya.

Ketua Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI) Fauzan Zidni juga mengatakan jika situs-situs pembajakan tersebut telah banyak merampas hak dari para pekerja kreatif di mana setidaknya di Indonesia saja situs-situs tersebut bisa meraih pendapatan hingga US$ 200 juta.

“Melindungi karya dari para pekerja kreatif bisa berjalan efektif jika semua pemangku kepentingan mau bekerjasama. Kami senang dapat bekerjasama dengan BEKRAF, industri musik, industri periklanan dan studio film internasional untuk meluncurkan IWL di Indonesia,” ungkap Fauzan.

Pemluncuran program IWL di Indonesia ini bisa berjalan berkat kerjasama Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI), Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI), APROFI dan Motion Picture Association (MPA) yang didukung BEKRAF.

Jadi bro, masihkah kalian mau download film dan lagu secara ilegal di situs-situs pembajak? Take it simple, bayangkan jika kalian adalah penciptanya. Senangkah karya kalian dinikmati secara sembarangan?