Terkini

Jane Jacobs, Wartawan Pencinta Lingkungan yang Fenomenal

Hari ini, Rabu (4/5/2016) Google memajang sesosok wanita di Google Doodle. Wanita berkacamata itu tampak berdiri di antara gedung-gedung bertingkat di sebuah kota.

Lalu siapakah wanita itu? Dihimpun dari berbagai sumber, sosok tersebut adalah Jane Jacobs, seorang wanita yang terlahir dengan nama Jane Butzner di Pennsylvania, Amerika Serikat, 4 Mei 1966. Jacobs adalah seorang wartawan, penulis buku, sekaligus aktivis lingkungan keturunan Amerika-Kanada.

Sponsored Links

Jane Jacobs begitu fenomenal pada zamannya karena kisah hidupnya yang begitu menginspirasi. Wanita yang pernah mengenyam pendidikan di Universitas Columbia ini dengan berani memperjuangkan lingkungannya agar tidak diubah oleh pihak pengembang tanpa memikirkan dampaknya baik secara struktural maupun sosial.

Peristiwanya terjadi antara tahun 1950 – 1960an. Lingkungan tempat tinggal Jane Jacob hendak di ubah oleh pengembang besar bernama Robert Moses. Tujuan dari perubahan tersebut adalah untuk membangun jalan bebas hambatan yang disebut dengan Lower Manhattan Expressway (LOMEX).

Selain itu juga ada rencana perluasan New York University. Untuk itu beberapa bagian blok lingkungan di Greenwich Village harus dikorbankan. Setidaknya ada 132 KK (kepala keluarga) yang harus merelakan rumahnya demi proyek tersebut. Belum lagi sebanyak 1.000 usaha kecil menengah harus berpindah tempat berbisnis karena turut terkena peta proyek tersebut.

Merasa tergugah dengan keadaan lingkungannya yang akan mengalami perubahan dan merugikan orang banyak, Jane akhirnya bereaksi. Ia berpendapat, pembaruan suatu perkotaan tidak selalu mencerminkan dan mengedepankan kebutuhan asli masyarakat sebuah kota.

Penolakan Jane Jacobs tersebut pun menimbulkan rasa tidak sepaham dengan perencana kota. Hingga akhirnya pada 10 April 1968, Jane dipenjara karena dituduh menghalangi administrasi publik dan menjadi otak kerusuhan yang terjadi pada saat itu. Walau harus merasakan pil pahit, ia tak pernah berhenti berjuang. Ia terus menuangkan seluruh pemikirannya mengenai perkotaan ke sebuah buku berjudul The Death and Life of Great American Cities.

Buku tersebut pun dikabarkan banyak diadopsi menjadi bagian dari kebijakan tata kota di daerah Toronto, Kanada. Jacobs pun kemudian tinggal di kota tersebut hingga meninggal pada 25 April 2006.

Banyak hal yang telah dilakukan oleh Jane Jacobs, berkat semua dedikasinya, ia meraih banyak penghargaan dan apresiasi, salah satunya adalah saat masuk nominasi untuk penghargaan Buku Nasional untuk Non-Fiksi.