Terkini

Kartini, Simbol Pendobrak Yang Feminin

Sebagai wanita yang dibesarkan dalam lingkungan dengan adat dan tradisi yang kuat, Raden Ajeng Kartini mengerti betul apa itu nilai-nilai kebebasan. Dirinya begitu mengagumi kemandirian para wanita Eropa khususnya Belanda, yang kala itu menjajah bangsa kita.

Kartini kagum dengan para wanita Eropa yang bisa menempuh pendidikan tinggi hingga mendapatkan pekerjaan yang dicita-citakan. Mengingat ketika itu, wanita Jawa tak bisa mengenyam pendidikan dengan bebas dan harus menjalani tradisi perjodohan yang sangat membelenggu.

Kartini yang lahir di Jepara, Jawa Tengah, pada 21 April 1897 dan wafat di Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904, merupakan seorang penggiat feminisme dan pelopor emansipasi wanita. Meski hanya merasakan hidup selama 25 tahun, Kartini telah memberikan cukup banyak kontribusi terutama dalam perjuangannya terhadap hak-hak wanita.

“Di antara kami, mulai dari saya, kami tinggalkan semua adat sopan santun (yang kaku). Perasaan kami sendiri yang harus mengatakan kepada kami sejauh mana cita-cita ingin bebas kami boleh bergerak” begitu kata-kata Kartini kepada sahabat penanya, Estella Helena Zeehandelaar, seperti yang tertulis dalam buku Surat-surat Kartini, Renungan tentang dan untuk Bangsanya (1979).

Kata-kata yang ditulis Kartini selalu menunjukkan perjuangan atas emansipasi wanita dan budaya yang lebih fleksibel. Kartini memang dikenal menjunjung tinggi prinsip kesetaraan, salah satunya seperti dirinya yang tak suka diagung-agungkan dengan gelar bangsawan yang melekat di depan namanya.

Sponsored Links

“Di manakah gerangan letak jasa orang bergelar graff atau baron (gelar untuk bangsawan .red)? Pikiran saya yang picik pun tak sampai untuk memikirkan itu” kata Kartini.

Kartini tak hanya menjadi penggerak emansipasi wanita, tapi juga menerapkan prinsip egaliter dalam dirinya. Gelar bangsawan yang terselip dalam namanya dianggap tak terlalu berpengaruh dalam hidupnya. Kartini lebih senang dianggap wanita biasa yang lantang menyerukan kebebasan.

Kartini memang meninggal di usia muda, namun perjuangannya masih nyata hingga kini. Berkat semua pemikirannya, hari lahir Kartini selalu diperingati sebagai sebuah hari besar. Berbagai instansi, sekolah dan lembaga lainnya turut menggelar perayaan untuk menghormatinya. Selamat Hari Kartini.