Fashion

Kemeja Flanel dan Budaya Perlawanan Musik Grunge

Kemeja flanel merupakan suatu tren yang tak pernah habis dimakan zaman. Motifnya yang berbentuk kotak-kotak ini selalu hadir dalam perkembangan mode fashion dari masa ke masa.

Flanel sendiri berasal dari bahasa Wales yaitu ‘gwlanen’ yang berarti bahan wol. Kemeja flanel pertama kali ditemukan di Wales pada awal abad ke-16 dengan istilah flannelette. Kala itu kemeja flanel yang berbahan tebal itu sering digunakan oleh para petani Wales untuk melindungi diri dari cuaca dingin dan ranting pohon.

flanel-1

Para petani di Wales yang mengenakan flannelette | Istimewa

Kemeja flanel identik dengan karakter pekerja keras yang terjun langsung ke lapangan. Dipakai oleh orang-orang yang berada di garis depan serta bersentuhan langsung dengan objek pekerjaan lapangan yang keras dan menguras tenaga.

Lantas apa kaitan kemeja flannel dengan aliran musik grunge?

Musik grunge merupakan subgenre dari alternative rock yang pertama kali muncul di Amerika Serikat pada pertengahan tahun 1980-an. Grunge sebenarnya merupakan istilah slank bagi orang Amerika di tahun 1965 yaitu grungy yang berarti kotor. Istilah grunge pada dunia musik pertama kali digunakan oleh band asal Seattle, Green River.

Bicara mengenai musik grunge itu sendiri, rasanya benak kita pun langsung menyebut nama Kurt Cobain dari Nirvana dan vokalis Sex Pistols, Johnny Rotten. Tak hanya mereka, nama besar lain seperti Layne Staley (Alice In Chains), Chris Cornell (Soundgarden), serta Eddie Vedder (Pearl Jam) pun punya andil besar dalam perkembangan skena grunge di dunia.

flanel-2

Vokalis Pearl Jam, Eddie Vedder tampil mengenakan kemeja flanel | Istimewa

Mengangkat tema pemberontakan di dalam alirannya, banyak musisi grunge menulis lirik lagu yang mengalienasi dinamika sosial, apatis, serta menyuarakan perlawanan untuk meraih kebebasan. Musik grunge pun turut andil di ranah fashion untuk menunjukan perlawan mereka serta sebagai bentuk kebebasan dalam berbusana.

Fashion yang digandrungi oleh orang-orang pada era kejayaan musik grunge berbanding terbalik dengan masa sebelumnya yang masih didominasi oleh pengaruh musik glam-rock. Kala itu, gaya yang diutamakan selalu menitikberatkan pada kesan ‘glam’ atau mencolok. Sehingga pada saat tongkat kekuasaan musik direbut oleh skena grunge, terjadi semacam perlawanan mode fashion oleh tren yang lebih murah dan sederhana.

Sponsored Links

flanel-3

Chris Cornell pun sering menggunakan kemeja flanel saat tampil di panggung | Istimewa

Sang vokalis band Nirvana yaitu Kurt Cobain adalah yang paling sering menggunakan kemeja flanel saat manggung. Gaya hidup Cobain yang jarang merawat diri pun merupakan bentuk perlawanan terhadap gaya hidup serba mencolok dan mahal yang terjadi di era tersebut.

Jika menilik pada sejarah dan pergerakannya, kemeja flanel dan musik grunge jelas memiliki visi yang sama. Kedua hal tersebut melebur menjadi satu dan menciptakan suatu bentuk perlawanan yang dilakukan secara terang-terangan untuk meraih kebebasan atas budaya sosial serba mencolok yang terjadi kala itu.

flanel-4

Tren kemeja flanel pun mampu bertahan hingga saat ini | Istimewa

Saat ini tren fashion grunge masih digandrungi oleh banyak orang. Pembuatan kemeja flanel pun saat ini tidak lagi berbahan tebal, namun lebih disesuaikan agar dapat digunakan di segala cuaca.

Kemeja flanel pun cocok digunakan untuk berbagai acara. Jika kalian akan menghadiri acara santai dan tidak formal, kemeja flanel dapat dipadukan dengan jeans robek, kaos dalam berwarna netral, dan sepatu usang agar penampilan kalian terlihat lebih grunge.