Tekno Otomotif

Kendaraan Yang Awalnya Untuk Buruh

Menyambut hari buruh pada akhir pekan ini maka Lanang Indonesia akan menjadikan minggu ini sebagai Labor Week. Semua informasi tentang buruh akan menjadi tema, tak terkecuali dalam hal otomotif.

Buruh sebagai kelas pekerja yang hampir ada di semua bidang industri ternyata punya peranan penting dalam perkembangan otomotif. Kehadiran buruh secara tak langsung mempunyai jasa dalam lahirnya beberapa produk otomotif legendaris. Ingin tahu apa saja kendaraan tersebut? berikut ulasannya.

Volkswagen

Lahir di Wolfsburg, Jerman pada 28 Mei 1937 VW sendiri memang didirikan oleh Serikat Dagang Nazi yakni organisasi underbow dari Serikat Buruh Jerman (Deutsche Arbeitsfront) yang berarti “Mobil Rakyat”. Kehadirannya yang dimotori oleh, Adolf Hitler, membuat VW bisa ngacir bebas di jalan-jalan kota waktu itu.

Adolf Hitler menyatakan akan membuat sebuah “Mobil Rakyat” atau Volkswagen, dengan kapasitas 2 orang dewasa dan 3 anak-anak yang mampu berlari hingga 100 Km/jam. Mobil ini dibanderol dengan harga sangat murah bahkan hampir sama dengan harga sepeda motor kala itu. Mobil rakyat ini didedikasikan untuk kaum buruh yang berpenghasilan rendah.

Salah satu karya VW yang melegenda adalah VW Beetle yang mulai diproduksi pada 1938. Mobil ini telah diproduksi 21 juta unit dalam rentang waktu 1938-2003. Saking populernya, mobil rancangan Ferdinand Porsche ini mendapatkan penghargaan sebagai mobil paling berpengaruh keempat setelah Ford Model T, Mini dan Citroen DS.

Banyak julukan yang diberikan kepada VW Beetle di berbagai negara, seperti Kodok (Indonesia), Bug (Amerika Serikat), Pagong (Filipina), Maggiolino (Italia), Kafer (Jerman), Fusca (Brasil), Agruga (Irak) dan Boble (Norwegia).

Vespa

Telah hadir lebih dari 1 abad lalu pada tahun 1884, Vespa yang bernaung di bawah perusahaan Piaggio awalnya adalah produsen alat-alat berat seperti rel kereta, gerbong kereta, bodi truk, baling-baling dan komponen pesawat.

Namun akibat meletusnya Perang Dunia II, Piaggio harus gigit jari karena pabriknya dibom oleh pesawat sekutu. Ditambah kondisi perekonomian Italia yang suram saat itu, membuat Piaggio sempat vakum hingga akhirnya Enrico Piaggio mengambil alih perusahaan dari ayahnya.

Enrico sadar betul jika saat itu rakyat, khususnya buruh, membutuhkan kendaraan yang ekonomis, simpel namun tetap elegan. Lebah petualang dari Italia ini lahir setelah Insinyur Penerbangan, Corradino D Ascanio bergabung dengan Piaggio. Nama Vespa sendiri yang berarti lebah memang didesain karena inspirasi dari pesawat, baik secara teknologi dan tampilannya.

Siapa sangka, ternyata motor ini menjadi ikon bagi pengendara sepeda motor di beberapa negara, simbol persahabatan, persatuan bahkan perdamaian sering dikaitkan dengan Vespa hingga kini.