Olahraga

#KontingenKebaikan di Pawai Obor Asian Games 2018

Menjelang perhelatan Asian Games 2018, Danone-AQUA, menunjukkan dedikasinya dengan berpartisipasi di dalam Pawai Obor Asian Games 2018 di lima kota: Yogyakarta, Bali, Palembang, Bogor dan Jakarta.

Kesempatan ini digunakan oleh Danone-AQUA untuk menghadirkan dua mantan atlet yang mengabdikan diri untuk memajukan olahraga yang digelutinya, mewakilli Danone-AQUA sebagai Pembawa Obor (Torch Bearer) di Bali dan Palembang.

Seperti yang telah dicanangkan dalam peluncuran #KontingenKebaikan pada bulan Juli lalu, Danone-AQUA hadir tidak saja sebagai sponsor resmi hidrasi, namun juga menjadi sponsor resmi kebaikan Asian Games 2018.

Daudy Bahari

Daudy Bahari | Dok. Lanang Indonesia

“Gotong royong, tolong menolong, ramah tamah dan tenggang rasa merupakan nilai-nilai warisan bangsa Indonesia yang harus ditebarkan selama Asian Games 2018 ini.  Melalui #KontingenKebaikan, kami memberikan inspirasi dan makna kebaikan bagi seluruh masyarakat, mulai dari kegiatan Pawai Obor hingga Asian Games 2018 selesai berlangsung,” kata Jeffri Ricardo, Marketing Manager Danone-AQUA.

Adalah petinju Daudy Bahari (34) menjadi pilihan Danone-AQUA untuk membawa obor Asian Games 2018 di Bali. Setelah melalui masa emasnya sebagai petinju profesional, bagi Daudy tinju tak hanya akan berhenti sampai di situ. 

Sebelas tahun sebagai petinju profesional, Daudy telah mengukir sederet panjang prestasi dengan rekor 44 kali menang (16 KO), sekali seri, dan 4 kali kalah (2 KO), dari 49 kali pertarungannya.  Daudy adalah pemegang juara PABA (Asia-Pacific) welter junior sejak tahun 2003 hinga 2007. Ia juga juara WBO Asia tahun 2008-2009.

Danone-AQUA memilih Deni Syahputra (36) untuk membawa obor di Palembang, atas dedikasinya dalam memajukan olahraga gulat di kota tersebut.

“Saya memang dulunya senang bela diri karena itu saya belajar taekwondo, tapi untuk menjadi atlet taekwondo saya kesulitan karena badan saya kelewat besar,” tutur Deni menceritakan awal mulanya kenapa ia terjun ke gulat dan mencintainya hingga sekarang.

deni-saputra---torch-bearer-palembang-1

Deni Syahputra saat membawakan obor Asian Games 2018 di Palembang | Dok. Lanang Indonesia

Lewat gulatlah ia bisa pindah ke Palembang sebagai pelatih kepala di sana setelah berhasil meraih medali perunggu gaya bebas di PON 2004 mewakili Bengkulu. Tantangan sebagai pelatih di Sumsel langsung diterimanya, walau ketika itu ia belum lagi berusia 30 tahun. Ditargetkan untuk bisa meloloskan atlet Sumsel ke PON 2012 di Riau, Deni mulai mencari bibit-bibit pegulat ke daerah-daerah untuk dibawa ke Palembang.

Deni adalah sosok pejuang untuk olahraga yang kurang diminati masyarakat di Indonesia ini. Ia terus bertahan di sana, dan terus berupaya untuk membuat orang menyukai gulat. Sebagai pelatih ia juga adalah ‘bapak pejuang’ supaya atlet-atletnya tetap mau bertahan menggeluti gulat.

Jeffri Ricardo mengatakan bahwa Danone-AQUA sangat mengapresiasi orang-orang seperty Daudy dan Deni, yang membantu kesuksesan atlet dari balik layar, dengan memberikan Medali Kebaikan.

Sponsored Links

“Dedikasi dan kerja keras mereka mencerminkan tindakan kebaikan mereka, tidak saja bagi prestasi para atletnya namun juga kelangsungan olahraga yang digeluti. Dengan mengangkat kisah mereka, Danone-AQUA berharap dapat menginspirasi dan menularkan tindakan kebaikan.”