Olahraga

Kutukan Juara Bertahan Piala Dunia Terus Berlanjut

Memasuki hari ke 15, Piala Dunia 2018 ternyata belum berhenti memberikan kejutan. Kali ini kejutan datang dari juara bertahan Piala Dunia 2014, Jerman. Secara mengejutkan Jerman harus menjadi juru kunci di Grup F, setelah ditaklukan oleh Korea Selatan yang pernah Jerman singkirkan di semifinal Piala Dunia 2002.

Jerman yang masih memiliki peluang untuk lolos terpaksa gigit jari setelah dikalahkan Korea Selatan 2-0, ditambah Swedia berhasil melumat Meksiko 3-0. Hasil ini pun menambah catatan buruk para juara bertahan di Piala Dunia. Bak kutukan Jerman justru tak mampu menggilas kutukan ini layaknya der panzer yang menjadi julukannya.

Sponsored Links

Kutukan Jerman ini mengikuti Italia yang menjadi juara Piala Dunia 2006 dan Spanyol di Piala Dunia 2010. Tak berhenti sampai disitu, Prancis yang menjadi juara Piala Dunia 1998 juga pernah bernasib sama ketika berlaga di Piala Dunia 2002.

Mungkin juara bertahan yang paling baik catatan kekalahannya adalah Brasil, meskipun tak mampu mempertahankan posisi juara bertahan, setidaknya Brasil mampu sampai di babak perempat final dan dikalahkan oleh Prancis, lewat gol semata wayang Thierry Henry.

Bagaimana kutukan ini bisa terjadi, ditambah menimpa para juara? Tak ada yang tahu pasti, sepak bola memang tak hanya soal 90 menit pertandingan, tapi juga peluang-peluang tak terduga lainnya. Jerman yang sebelumnya hampir memastikan lolos menjadi Runner up Grup F bersama Meksiko yang menjadi juara grup harus berubah drastis.

Meksiko yang sudah terplot menjadi juara grup harus puas dengan posisi lolos sebagai runner up grup dan Swedia yang menjadi juara grupnya. Sedangkan Jerman yang hampir pasti menjadi runner up menemani Meksiko justru terpuruk menjadi juru kunci.