Gaya Hidup

Kyoto, Mantan Ibu Kota yang Penuh Pesona

Mengunjungi Jepang tak akan pernah lengkap jika kita tidak sampai di Kyoto. Kota ini pernah menjadi ibu kota Jepang, sehingga jelaslah mengapa Anda juga harus mengunjungi Kyoto. Menarik? Jelas, karena Kyoto pernah menjadi tempat tinggal kaisar Jepang.

Paling pertama kita jangan kaget dengan banyaknya kuil bersejarah dengan arsitektur zaman Edo. Bisa dikatakan Kyoto merupakan pusat keagamaan, seni dan sejarah di negara ini, maka tempat rangkuman seluruh sejarah seperti museum menjadi tempat yang wajib dikunjungi di kota ini. Cukup menginap 3 hari 2 malam saja di kota ini, maka semua tempat yang ada dalam daftar kunjungan bisa dilahap habis.

Salah satu tujuan wajib dikunjungi adalah hutan bambu Arashiyama. Taman hutan bambu ini merupakan tempat bagus untuk menghiasi foto-foto Instagram Anda. Terdapat sebuah kuil ditengah-tengah hutan bambu ini, yaitu kuil Tenryu-ji, yang mengadopsi gaya Zen Jepang dengan halaman luasnya.

Selain itu ada juga kuil Fushimi Inari. Kuil ini memiliki daya tarik tersendiri dengan warna oranye menyala yang ada hampir di semua bagian bangunan. Anda cukup naik ke tingkat tiga kuil ini maka akan menemui sebuah jalan yang dipayungi dengan gerbang besar berwarna oranye disepanjang jalan, sungguh sayang jika tidak masuk ke koleksi foto Anda.

Bila Anda ingin merasakan pengalaman yang berbeda tentang bagaimana masyarakat Jepang berpakaian pada zaman dulu, banyak penyewaan kimono di kota ini. Harga yang ditawarkannya pun beragam. Anda bisa menyewanya selama satu hari penuh dan berjalan-jalan keliling kota Kyoto dengan pakaian tersebut. Ini akan memberikan pengalaman berbeda saat traveling.

Sore hingga malam hari, coba kunjungi  Distrik Gion. Jalanan ini dipenuhi berbagai restoran, rumah teh dan bar Sake khas Jepang dengan ragam makanan minuman. Bila beruntung, di beberapa gang kecil Anda bisa berpapasan dengan Geisha yang sedang melintas sangat cepat. Tidak heran, latar belakang Distrik Gion juga muncul di film Memoirs Of Geisha.

Kyoto adalah kota yang sangat tenang namun lebih berwarna dari Tokyo. Semua toko-toko tutup jam 7 sore, kecuali untuk restoran dan bar yang bisa buka hingga tengah malam. Kebersihan kota ini sangat terjaga, walaupun tidak mudah menemukan tempat sampah.

Kesadaran masyarakat Jepang untuk membuang sampah pada tempatnya sangatlah tinggi. Inilah yang seharusnya bisa kita tiru sebagai warga ibu kota. Kyoto saja yang hanya mantan ibu kota bisa, lalu bagaimana dengan kita?