Gaya Lanang

Lima Pilar Alfred Dunhill

Di hari ketiga London Collections Men musim gugur/ dingin 2016/2017, presentasi Alfred Dunhill merupakan salah satu koleksi yang ditunggu. John Ray, direktur kreatif Dunhill membaginya dalam lima pilar,  gaya country untuk akhir minggu, jaket blazer, pakaian formal, stelan malam dan outdoor activity atau Motorities.

Gaya country akhir minggu didominasi oleh warna-warna natural dengan jaket dan kardigan, sementara blazer memiliki kekuatan padu padan untuk berbagai tampilan yang berbeda. Pakaian formal adalah stelan jas bekerja dengan padu padan biru navy yang klasik. Untuk evening wear sendiri bahan velvet atau beludru merupakan material utama dengan warna yang berbeda dari celena. Bahan ini digunakan untuk lebih melindungi tubuh saat musim dingin.

Yang berbeda adalah koleksi Motorities. Koleksi ini ditujukan untuk kegiatan luar ruang dan pengendara motor. Semua koleksi memiliki kesamaan yaitu detail yang tidak terlihat, seperti lining pada bagian dalam jaket atau jahitan pada stelan jas. Ini untuk menunjukan kualitas dan hasil pengerjaan yang sangat teliti.

Dunhill adalah bran asal Inggris yang berdiri sejak tahun 1893 dan oleh Alfred Dunhill ( yang pada saat itu berusia 21 tahun ) diambil alih dari sang ayah untuk mengembangkannya. Awalnya bran ini menyediakan berbagai aksesoris untuk pengendara motor seperti helm kulit, sarung tangan, tas motor hingga jaket.  Saat ini tokonya sudah tersebar di seluruh dunia termasuk di Jakarta.