Gaya Hidup

Logan, Lembaran Baru Generasi Wolverine

Sobat lanang, adakah dari kalian yang tak kenal Wolverine? Sosok ikonik superhero X-Men ini kembali muncul dilayar lebar. Sempat diragukan meraih antusias penonton namun ternyata semua ramalan tersebut meleset.

Lewat film berjudul “Logan” Wolverine kembali menampakkan dirinya ke para penggemar manusia mutan. Film ini sendiri merupakan sekuel terakhir dari 3 sekuel Wolverine dan merupakan film ke-10 dalam seri X-Men. Film yang diangkat dari komik berjudul “Old Man Logan” karya Mark Millar ini memang menyedot perhatian banyak orang. Bagaimana tidak, sang serigala dengan cakar bajanya ini begitu kuat dan selalu diandalkan oleh para kelompok mutan X-Men akhirnya harus berhenti di akhir waktunya.

Film Logan yang merupakan nama lain dari Wolverine berkisah pada tahun 2029 di mana para mutan diambang kepunahan dan hanya beberapa yang tersisa. Wolverine yang dulu gagah dan paling sulit ditaklukan pun ternyata harus merasakan sulitnya menjadi manusia tanpa kekuatan ajaib. Wolverine terpaksa menjadi supir mobil limusin di Texas untuk menyambung hidupnya bersama Profesor X dan mutan pelacak Caliban yang juga bergantung hidup padanya.

Sponsored Links

logan1

Adegan saat Logan bertarung dengan organisasi Transigen | Dok. Marvel Entertainment

Saat merasakan sulitnya bertahan hidup dengan cara kuno, Wolverine aka Logan yang kembali diperankan oleh Hugh Jackman justru mendapatkan masalah baru di mana ia harus menggunakan kembali cakarnya yang mungkin sudah ‘berkarat’ karena janjinya yang tak ingin menggunakan kembali cakar baja tersebut.

Logan yang sedang berjuang melawan racun dalam tubuhnya harus bertarung kembali untuk menyelamatkan sekelompok anak-anak mutan yang ternyata masih ada. Sempat tak ingin menolong karena harus menghidupi Caliban yang diperankan oleh Stephen Merchant dan sang Profesor yang diperankan oleh Patrick Stewart juga terkena Alzheimer, Logan akhirnya menolong sekelompok mutan anak-anak tersebut yang terancam menjadi alat kejahatan besar.

Disini lah pertemuan Logan dengan Laura Kinney atau yang dikenal dengan sebutan X-23 yang diperankan oleh Dafne Keen. Tanpa disangka-sangka ternyata Laura yang dianggap pembawa sial oleh Logan adalah hasil kloning gen dari Logan itu sendiri. Hal itu menjadikan Laura memiliki cakar baja layaknya Logan, bahkan jauh lebih hebat karena Laura juga memiliki cakar pada kaki bagian depan dan belakangnya.

logan3

Logan menyelamatkan Laura yang merupakan gen penerus cakar bajanya | Dok. Marvel Entertainment

Sadar ternyata yang harus ditolongnya adalah gen penerusnya, Logan akhirnya membantu Laura dan mutan anak-anak lainnya untuk melarikan diri dari kejaran organisasi keamanan Transigen yang akan membunuh mutan anak-anak tersebut.

Film ini bisa dibilang sebagai sekuel Wolverine yang paling emosional, di mana Logan benar-benar merasakan karakter kemanusiaannya yang telah lama hilang dan perasaannya yang kembali aktif setelah bertemu Laura. Film ini juga berhasil mengangkat citra film seri X-Men dan Wolverine dengan meraih US$ 237 juta saat filmnya masih mejeng di bioskop-bioskop, suatu keberanian pula X-Men menampilkan Logan dengan rating R (Restriced) yang sebelumnya hanya dimiliki oleh superhero nyeleneh Deadpool.

Film emosional dan keren ini digarap oleh sutradara James Mangold dan diproduksi oleh Marvel Entertainment yang bekerjasama dengan Twentieth Century Fox. Buat sobat lanang yang belum menyaksikan aksi dan drama Logan, buruan tonton sebelum film ini tenggelam dari peredaran di bioskop.