Sukses

Makna Menyalakan Lilin Saat Imlek

Warnanya merah dan menyala, berdiri tegak mengisi ruangan klenteng yang ramai. Lilin memang menjadi hal yang wajib ada saat perayaan Imlek.

Menurut Yoyo, salah satu jemaat di Klenteng Dhanaguna, Bogor, mengatakan jika dalam ritual persembahyangan Tionghoa dikenal tiga bentuk lilin. Yaitu lilin panjang umur yang ramping dan memanjang dengan sumbu lebar, lilin perjodohan yang melebar dan punya tiga sumbu dan lilin murah rezeki yang berukuran sedang dan terdiri dari dua bagian.

Yoyo juga mengatakan jika tinggi tidaknya lilin yang ada saat Imlek ditentukan dari nazar masing-masing jemaat. “Misalnya dalam usaha, kemudian bernazar kalau usahanya sukses, akan memasang lilin ukuran 2 meter”, ujar Yoyo pada Lanang Indonesia.

Pemasangan lilin memang sengaja dilakukan menjelang Imlek. Sebab pada hari itulah momen pergantian tahun bagi masyarakat Tionghoa. Dengan mengucap syukur kepada Tuhan atas doa yang telah dikabulkan.

“Seperti api yang menyala, doa, harapan dan syukur sebagai manusia tak pernah padam dan terus menyala”, begitulah kata Yoyo tentang pemaknaan yang dalam akan lilin saat Imlek.