Fashion

Maskulinitas A la Charles Worth Sampai Armani

Fashion sebagai salah satu aspek yang mengiringi perkembangan peradaban manusia telah ada sejak lama, bahkan dimulai pada abad ke-10. Meski mulai didalami pada abad ke-18, Fashion nyatanya telah menjadi bagian dari budaya di banyak belahan dunia.

Sponsored Links

Pada faktanya mungkin fashion untuk wanita lebih berkembang cepat ketimbang pria. Tapi bukan berarti fashion hanyalah identik untuk wanita, maskulinitas dalam fashion juga memberi banyak perubahan. Peran pria dalam dunia fashion juga tak bisa diremehkan. Istilah fashion designer sendiri diciptakan oleh Charles Frederick Worth, seorang pria asal Inggris yang akhirnya mendirikan fashion house pertama pada tahun 1858, untuk merancang busana klien aristokrat seperti Empress Eugene, Queen Victoria dan kaum borjuis lainnya.

Ide Charles Worth mengilhami banyak industri tekstil untuk melakukan pengembangan yang lebih dinamis. Brand-brand terkenal seperti Louis Vuitton merupakan seorang pria yang berjasa besar dalam dunia fashion. Berawal dari pembuat boks kayu khusus pakaian pribadi bagi keluarga Napoleon, Louis Vuitton akhirnya mengembangkan bisnis fashionya kebanyak ranah, mulai dari tas, jam tangan dan pakaian itu sendiri tentunya.

Istilah Couture yang diperkenalkan oleh Charles Worth mengilhami tercetusnya La Chambre Syndicale de la Couture et de la Confection pour Dames et Fillettes lembaga yang mengatur profesi couturier atau perancang busana, sebutan bagi pembuat busana couture. Sejak tahun 1968- 1975 muncul berbagai organisasi mode yang mengatur cara kerja desainer di Perancis. Berbagai organisasi tersebut juga mengatur tentang jenis rancangan busana sehari-hari atau ready to wear dan busana pria.

Di era modern, peran para pria dalam dunia fashion tak pernah absen, bahkan beberapa di antaranya berhasil masuk daftar pebisnis terkaya versi Forbes. Sebut saja Amancio Ortega, pria kelahiran Spanyol, 28 Maret 1936, ini merupakan ketua sekaligus pendiri grup busana Inditex, perusahaan yang menguasai jaringan toko pakaian dan aksesoris Zara. Lalu ada juga Giorgio Armani, perancang busana asal Italia ini meraih banyak penghargaan berkat dedikasinya di dunia fashion. Brand seperti Giorgio Armani, Emporio Armani dan Classico, lahir dari tangan dingin pria ini.

Selain mereka masih banyak lagi sederet pria dengan maskulinitasnya yang memberi sentuhan pria dalam perkembangan dunia fashion. Orang-orang itu adalah Guccio Gucci, Mario Prada, Gianni Versace, Thomas Burberry, Christian Dior dan yang termuda adalah Yohji Yamamoto. Kehadiran para pria tersebut mewarnai banyak aksen fashion baik untuk pria maupun wanita. Dan yang pasti adalah sisi maskulinitas mereka tetap terlihat.

Jadi anggapan akan fashion adalah milik para wanita yang feminin, jelas itu adalah persepsi sempit. Karena fashion sejatinya untuk membuat kita lebih terlihat berbudaya dan berkarakter, bukan hanya sekedar penampilan semata.