Fashion

Memahami Filosofi Batik Legendaris Iwan Tirta

Batik sebagai warisan budaya Indonesia merupakan suatu karya dengan proses yang tak sesederhana seperti kita menggunakannya. Tahukah sobat lanang jika tiap motif yang ada pada batik memiliki filosofi dan bahkan waktu penggunaan yang berbeda-beda.

Pemikiran dan filosofi batik tersebut juga tertuang oleh perancang busana Iwan Tirta yang melegenda. Karya-karyanya yang secara khusus didedikasikan untuk batik pun pernah digunakan oleh para pemimpin dunia, seperti PM Australia Paul Keating, Presiden AS Bill Clinton, dan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela.

iwan-tirta--condrosengkolo--collection-logo-2592

Salah satu tampilan batik Akasa Condrosengkolo | Khalida Nasution

Sponsored Links

Untuk runway collection tahun 2017 yang terbaru, Iwan Tirta Private Collection menampilkan koleksi bertema Condrosengkolo, sebuah kisah mengenai keselarasan antara manusia dan alam semesta. Condrosengkolo sendiri mengacu pada hitungan waktu Jawa yang berbasis rotasi bulan. Filosofi ini menggunakan simbolisasi dari angka tahun untuk menggambarkan watak dari tahun tersebut, serta menjadi panduan bagia masyarakat untuk mengatur waktu pelaksanaan aktivitas mereka agar selaras.

iwan-tirta--condrosengkolo--collection-logo-2720

Salah satu tampilan batik Dahana-Tirta Condrosengkolo | Khalida Nasution

Pergelaran koleksi Condrosengkolo yang digelar di ballroom Fairmont, Jakarta, Rabu (26/4/17), menyuguhkan 60 tampilan untuk pria dan wanitia yang dibagi kedalam 4 sekuens. Masing-masing bagian dari tampilan tersebut melambangkan elemen alam semesta, seperti Akasa (langit), Dahana-Tirta (air-api), Bawono (tanah) dan Maruta (angin).

Pergelaran koleksi Condrosengkolo sendiri dibuka dengan penampilan paduan tembang Pangkur Gedong Kuning yang berisi bait-bait puisi tradisional Jawa karya Sunan Kalijaga tentang harapan-harapan untuk menolak bala, serta tarian Bedhaya Matah Ati karya Atilah Soeryadjaya yang terinspirasi dari tari klasik Bedoyo sebagai cerminan atas dua unsur keseimbangan semesta yang dikuasai perempuan Jawa.

iwan-tirta--condrosengkolo--collection-logo-2506

Beberapa gambar motif batik yang dibuat langsung oleh Iwan Tirta pada tahun 1980-an | Khalida Nasution

Sementara highlight pada koleksi pria dalam pergelaran kali ini meliputi kemeja panjang dengan fitting yang modern dan aksen mandarin collaryang lebar, serta pilihan suit yang mudah dipadu-padankan. Seluruh tampilannya hadir dengan style bernuansa etnik, seperti kemeja yang dipadukan dengan kain sarung ataupun celana pantalon, dimana kesemuanya sangat mewakili karakter beragam para pecinta koleksi Iwan Tirta Private Collection.