Seni

Memajukan Kebudayaan Lokal Bersama

Tak melulu tentang infrastruktur, perekonomian, atau hukum. Tahun ini adalah tahun yang baik untuk para pekerja seni karena akhirnya Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan disahkan oleh pemerintah.

UU Pemajuan Kebudayaan adalah penerjemahan dari Pasal 32 ayat (1) UUD NRI 1945 yang berbunyi “Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.”

head-icadMainstreaming Culture in Indonesia | Andrew R. Andika

Menyambut UU ini Koalisi Seni Indonesia bekerja sama dengan Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD) 2017 mengadakan konvensi bertema Mainstreaming Culture in Indonesia.

Dalam konvensi yang dilaksanakan di Grandkemang Hotel Jakarta, Jumat (20/10/2017) ini dibahas tentang pemahaman lebih lanjut mengenai isi dan manfaat UU tersebut. Bagaimana langkah strategis pemerintah hingga partisipasi dari masyarakat.

Dalam konvensi yang menghadirkan Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Hilmar Farid serta Duta Besar Denmark Rasmus Abilgaard Kirstensen.

icad-1Mainstreming Culture in Indonesia | Andrew R. Andika

Posisi Kedutaan Besar Denmark untuk Indonesia ini menjadi strategis karena lewat salah satu programnya Cultural Hotsposts, Kedubes Denmark sudah mendukung Koalisi Seni Indonesia dalam UU pemajuan kebudayaan pemerintah ini.

Program yang sudah berjalan sejak tahun 2015 itu melibatkan puluhan komunitas seni di empat daerah, yaitu, Makassar, Pekanbaru, Nusa Tenggara Timur, dan Lombok. Lewat program ini para seniman bisa membangun jaringan dan pengetahuan kesenian antar daerah.

Jadi bro inilah kenapa sekarang pemerintah lebih aktif memasukan unsur-unsur budaya lokal kita ke dalam pembangunan infrastruktur. Sudah seharusnya kita bisa lebih bangga dengan identitas asli kita ketimbang budaya-budaya luar, at least jangan lupa pakai batik setidaknya satu hari dalam seminggu.