Relationship

Memaknai “Break” Dalam Sebuah Hubungan

Apa saja yang sudah pernah kalian alami selama menjalani suatu hubungan? Senang, sedih, jenuh atau bahkan rasa ingin berpisah? Menjalani hubungan memang susah-susah gampang, mungkin terlihat seperti lingkaran pertemanan saja, namun nyatanya dibutuhkan waktu, perasaan, pikiran serta biaya untuk merawatnya.

Pernahkah kalian mendengar istilah “break” dalam sebuah hubungan, atau bahkan pernah merasakannya? Intensitas bertemu yang tinggi serta rutinitas yang sama dalam waktu cukup lama membuat seseorang mengalami kejenuhan dalam sebuah hubungan, mungkin rasa sayang tetap ada tapi tetap saja jenuh itu melanda.

Pakar Relasi CEO Master Matchmaker Steve Ward mengatakan “Break akan memberikan ruang bagi anda untuk melakukan introspeksi dan fokus terhadap perasaan dalam sebuah hubungan. Hal ini diperlukan agar seseorang bisa lebih mengetahui dan mendalami apakah ia menjadi lebih baik, produktif ketika bersama orang lain dalam sebuah hubungan,”. Ia juga menambahkan jika “break” akan memungkinkan terbentuknya kepuasan personal dalam sebuah hubungan.

Fungsi Break

Mungkin memang istilah “break” dalam menjalani hubungan di Indonesia belum sepopuler di Eropa atau AS. Di Indonesia seringkali para anak muda terjebak dengan anggapan jika “break” adalah cara untuk mundur perlahan dalam sebuah hubungan. Padahal terkadang dalam sebuah konflik atau sebuah hubungan yang buruk, menarik diri sementara adalah cara ampuh untuk menenangkan kondisi yang ada. Selain itu, kehilangan sementara seseorang yang kita cintai juga bisa mengukur sejauh mana perasaan kita terhadapnya. Lama tak bertemu sangat mungkin akan memicu kembali rasa rindu pada pasangan.

Selama menjauhkan diri dari pasangan, kita bisa menilai apakah semua yang telah dilewati cukup menjadi alasan untuk melanjutkan hubungan, atau justru sebaliknya. Apakah perbedaan yang ada bisa diselesaikan atau diterima, atau apakah kita bisa menjadi sesautu yang lebih baik lagi jika masih menjalin hubungan dengan pasangan saat ini.

Bukan Jaminan

Memutuskan untuk “break” memang tak akan menjamin sepenuhnya jika hubungan kita tetap bisa lebih baik atau bahkan tetap berlanjut. Kemungkinan niat memperbaik hubungan dengan “break” berubah di tengah jalan karena hal-hal baru yang ditemukan selama masa “break”. Tapi setidaknya “break” terbukti efektif untuk memperbaiki hubungan yang sudah kronis.

Strategi

Jika pasangan memutuskan untuk “break” maka hargailah ini. Tandanya pasangan masih ada niat yang begitu dalam untuk memperbaiki pola hubungan yang terlanjur salah. Hal ini pun merupakan salah satu strategi dan sebagai tanda jika pasangan masih memikirkan masa depan hubungan kalian.

Menurut Terapis Pasangan Marni Feuerman, memilih “break” merupakan salah satu pilihan sehat untuk menentukan masa depan hubungan kalian. Walaupun di sisi lain resikonya juga bisa saja mengarah ke kandasnya sebuah hubungan.

Sponsored Links