Sosok

Membangun Ikon Rotan Bersama Abie Abdillah

Rotan, bahan baku yang sangat berllimpah di bumi Indonesia ini memang tak luput dari banyak pengrajin untuk dijadikan beragam bentuk alat dan furnitur. Tapi ada seorang desainer produk yang punya mimpi lebih, dia adalah Abie Abdillah.

Menjadi salah satu desainer yang meramaikan Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD) 2017, Abie menampilkan karya yang berjudul Madu Bali. Sebuah kursi santai dari rotan yang berbentuk seperti sarang lebah.

Dengan esensi sarang lebah, kursi santai ini memilih filosofi struktur sarang lebah yang kuat di mana setiap inti saling mendukung satu sama lain. Bercerita lebih lanjut tentang industri rotan yang sedang digandrunginya, ternyata ada cita-cita mulia di balik karya-karya miliknya.

abie-2

Madu Ball Lounge Chair karya Abie Abdillah di ICAD 2017 | Andrew R. Andika

  “Saya ingin lebih mengenalkan rotan kepada internasional karena potensi material ini sangat luar biasa. 80% kebutuhan rotan dunia ini datang dari Indonesia, bayangkan jika seperti ini sangat mungkin jika rotan menjadi ikon Indonesia. Layaknya China dengan sebutan Negeri Tirai Bambu, jadi kenapa tidak Indonesia dengan rotannya?” ungkap Abie kepada Lanang Indonesia.

Rotan menjadi pilihannya karena kelenturannya dibandingkan material lain. Hal ini membuat seorang desainer bisa lebih beragam dalam menghasilkan sebuah produk.

“Selain kelebihan, kelenturannya ini juga bisa menjadi sebuah kekurangan karena tidak bisa dibentuk sembarangan. Beda dengan besi, karena besi mungkin akan menjadi kokoh setelah dibengkokkan. Untuk rotan sendiri tetap butuh konstruksi lain untuk membuat sudut bengkok itu menjadi kokoh,” lanjutnya.

Pria yang juga merupakan Principal Designer di Studio Hiji ini punya cerita manis dengan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu ketika karyanya disambangi oleh presiden.

abie-3

Abie Abdillah berfoto di samping karyanya yang ditampilkan di ICAD 2017 | Andrew R. Andika

“Untuk saya menjadi istimewa karena waktu itu beliau tidak hanya sekedar memuji, tapi beliau juga menguji kekuatan karya saya karena kita semua juga tahu jika beliau adalah presiden yang punya latar belakang usaha mebel. Jadi saat itu beliau tidak hanya dengan kapasitasnya sebagai seorang presiden, tapi juga melihat karya saya secara mendetail,” katanya dengan bangga.

Tak hanya di soal produksi. Menurutnya pemanenan rotan di Indonesia juga harus lebih diperhatikan karena sejauh ini kebanyakan bahan baku rotan masih datang dari hutan alami. Dirinya menginginkan perubahan di mana dalam jangka panjang akan lebih banyak investor yang tertarik untuk membudidayakan rotan sehingga tak mengganggu ekosistem.

Bagi kalian yang tertarik melihat karya abie, Madu Bali bisa mengunjungi ICAD 2017 di Grandkemang Hotel, Jakarta.