Gaya Hidup

Mengenal 5 Tradisi Sambut Ramadan Khas Indonesia

Tanpa terasa waktu kembali mengantarkan kita ke bulan Ramadan, bulan yang penuh hikmah dan membawa suka cita. Sebagai Negara yang kaya akan budaya dengan mayoritas penganut Islam, sudah tentu membuat Indonesia memiliki banyak tradisi dalam menyambut bulan Ramadan.

Mungkin sobat lanang juga memiliki tradisi dalam menyambut Ramadan. Agar tak lupa, Lanang Indonesia akan ulas 5 tradisi menyambut Ramadan yang Indonesia banget. Apa saja?

Munggahan

Buat sobat lanang yang tinggal di Provinsi Jawa Barat atau merupakan orang Sunda pasti tahu tradisi munggahan.   Tradisi ini merupakan bentuk syukur atas datangnya Bulan Ramadan dimana biasanya dilakukan sehari sebelum memasuki puasa Ramadan.

Meski memiliki perbedaan, namun pada umumnya masyarakat Sunda akan berkumpul dengan saudara sebagai wujud silaturahmi, berdoa bersama dan makan sahur bersama.

Megibung

Walaupun terkenal kental dengan tradisi Hindu, namun Bali tetap memiliki tradisi dalam menyambut bulan Ramadan. Tradisi yang disebut Megibung ini berasal dari masyarakat Karangasem di Timur Bali.

Arti kata Megibung sendiri adalah kegiatan yang banyak dilakukan orang secara bersama. Biasanya tradisi ini diisi oleh makan bersama sambil mengobrol. Tradisi Megibung ini pun ternyata sudah ada sejak tahun 1692 silam, hampir 4 abad lamanya.

Pacu Jalur

Tradisi Pacu Jalur sudah menjadi tradisi ikonik di Riau, berawal dari abad ke 17 Pacu Jalur yang merupakan ajang dayung perahu beregu telah banyak dijadikan perlombaan sampai tingkat nasional.

Pada awalnya tradisi ini untuk menyambut hari-hari besar dalam agama Islam termasuk bulan Ramadan. Namun kemudian berkembang sampai menjadi tradisi peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dugderan

Jika tadi kita sudah membahas tradisi yang berkaitan dengan kumpul keluarga dan olahraga, sekarang kita akan membahas tradisi menyambut bulan Ramadan yang dihiasi oleh festival mercon dan kembang api.

Tradisi ini ada di beberapa daerah di Jawa Tengah, namun yang paling meriah adalah Semarang. Festival yang sudah ada sejak zaman kolonial ini selalu menarik perhatian masyarakat karena banyaknya rangkaian acara seperti kirab budaya, pasar malam, serta menyalakan mercon dan kembang api.

Malamang

Sekarang kita membahas tradisi menyambut Ramadan yang berkaitan dengan kuliner alias makanan. Ada suatu tradisi di Sumatera Barat yang telah lama ada yakni Malamang. Tradisi ini berawal dari penyebar ajaran Islam di pesisir Minangkabau yang ingin makanan yang diberikan kepadanya merupakan ketan dengan santan yang dimasak dalam bambu.

Lambat laun kebiasaan ini menjadi tradisi sekaligus menjadikan Malamang sebagai makanan symbol silahturahmi. Umumnya para wanita di Sumatera Barat akan memasakkan Malamang saat Ramadan tiba.

Itulah beberapa tradisi menyambut Ramadan yang cukup unik. Bagaimana dengan kalian, apakah punya tradisi sendiri?