Gaya Hidup

Mengendap Nikmati Sahutan Owa Jawa

Di sela-sela acara Eco Music Camp 2016 (2-4 Juni 2016) yang berlokasi di salah satu sisi lereng Gunung Salak, rasa penasaran Lanang Indonesia untuk bertualang akhirnya tak tertahankan juga. Sebuah acara tracking dadakan yang kami lakukan berujung pada pertemuan dengan Owa Jawa yang terkenal pemalu.

Bumi perkemahan yang merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Halimun-Salak sendiri merupakan taman nasional terbesar di Pulau Jawa dengan luas mencapai 113.357 hektare yang telah ditetapkan sejak Februari 1992, dan terbentang di 3 Kabupaten yakni Bogor, Sukabumi dan Lebak.

Berbagai tipe ekosistem di taman nasional ini sudah menjadi habitat dari berbagai jenis satwa langka yang dilindungi. Berdasarkan sejarahnya, kawasan ini pernah menjadi habitat Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dan Harimau Jawa (Panthera tigris sondaicus) yang dinyatakan telah punah pada tahun 1980.

Total sebanyak 869 jenis satwa seperti Mamalia, Burung, Amfibi, Reptilia, Ikan, Moluska, Kupu-kupu, Semut, Capung, Kumbang Kumis Panjang, Belalang, Jangkrik dan Kecoak, ada di sini. Tak hanya satwa, Taman Nasional Gunung Halimun-Salak juga tercatat telah menjadi rumah untuk 258 jenis Anggrek.

Selama berada di areal perkemahan ini kami masih bisa dengan mudah menemukan berbagai satwa liar yang ada dalam jangkauan mata. Sebut saja Monyet Ekor Panjang yang sesekali mencari makan di sekitar area, Kalajengking Hitam yang ternyata bersarang di depan tenda hingga Ular Pohon dan Kadal Coklat yang berseliweran di sepanjang jalur tracking.

Kepadatan flora juga masih sangat terjaga di mana kegiatan vandalisme dan sampah tak begitu banyak ditemukan. Sedangkan masuk semakin dalam ke hutan semakin beragam jenis hewan yang bisa kami temukan, kebanyakan tak bisa kami kenali karena masuk ke kelas serangga yang jelas baru pertama kali kami temukan.

Di ujung perjalanan akhirnya kami bisa mendengar suara Owa Jawa yang bersahutan. Meski tak berhasil mendokumentasikan hewan langka tersebut kami merasa beruntung setidaknya bisa melihatnya langsung di lokasi yang pada dasarnya tidak jauh dari Jakarta.

Beberapa menit melihat dan mendengarkan suara mereka dengan mengendap-endap merupakan sensasi yang tak bisa didapatkan setiap hari. Penasaran dengan Owa Jawa? Sebelum dapat jadwal cuti sebaiknya Anda melihatnya di YouTube dahulu ya!