Sains

Anak Bungsu Cenderung Lebih Sukses, Benarkah?

Terlahir sebagai anak terakhir dalam keluarga alias bungsu sering dikaitkan dengan kata manja atau malas. Mungkin ada benarnya karena biasanya anak bungsu akan mendapat perhatian dan kasih sayang orang tua lebih dari kakak-kakaknya. Tetapi meskipun begitu nyatanya banyak penelitian menyimpulkan jika anak bungsu cenderung akan lebih sukses dari yang lainnya, benarkah?

 

Sebuah penelitian dari Universitas Birmingham mengambil sampel 6.300 warga Inggris dengan dua dan tiga jumlah saudara kandung. Hasilnya dari jumlah dua saudara kandung, 49 persen anak bungsu bisa lebih bereksperimen dengan kewirausahannya sendiri. Untuk yang jumlah tiga saudara kandung, 43 persen anak bungsu kemungkinan besar bisa menjadi pengusaha. Anak bungsu dinilai lebih cenderung toleran terhadap resiko yang ada.

Hasil Penelitian tersebut ternyata juga tak jauh berbeda dari penelitian yang dilakukan oleh ilmuan asal Universitas Cambridge. Mereka menemukan jika anak bungsu yang sering berdebat dengan kakak-kakaknya lebih mungkin sukses di masa depan. Karena saling beragumentasi akan membuat anak bungsu meningkatkan keterampilan sosialnya dengan orang yang lebih tua. Kondisi beradu argument memang sangat mungkin terjadi pada anak bungsu mengingat ia akan menjadi bahan perhatian sekaligus kritikan dari kakak-kakaknya serta orang tua.

Situs CareerBuilder yang dilansir The Sunday Times menyebutkan beberapa jenis pekerjaan yang cocok untuk anak berdasarkan urutan lahir. Anak sulung biasanya lebih tertarik pada teknologi, sains, dan pemerintahan. Anak tengah menyukai hukum dan pendidikan. Sedangkan anak bungsu sendiri lebih menyenangi bidang kreatif.

Banyak yang berpikir bahwa memiliki kakak atau adik dapat menyebabkan banyak kompetisi antar saudara, seperti merebut perhatian dan kasih sayang dari orang tua, serta capaian prestasi. Tapi nyatanya, justru orang yang punya kakak atau adik dapat memiliki pemahaman sosial lebih baik yang dipacu oleh interaksi antarsaudara.

Sponsored Links

Bagaimana menurut kalian? Menjadi anak terakhir pasti sama seperti yang lainnya, ada kekurangan dan kelebihan. Anak bungsu juga akan tumbuh dengan cita-cita dan tujuan yang umumnya berbeda. Hal ini lantaran mereka memiliki banyak objek pengamatan dari anggota keluarga sebelumnya. Selain itu anak bungsu cenderung lebih terbuka pada saran dan kritik, Karena selalu dihujani perhatian, si bungsu jadi sulit mengambil keputusan. Namun sikap ini justru menjadi tanda bahwa anak bungsu terbuka pada semua saran dan kritik yang ada.