Seni

Merayakan 20 Tahun Selasar Sunaryo Art Space

Dimulai sejak tahun 1998, Selasar Sunaryo Art Space (SSAS), Bandung kini telah melewati dua dekade menjadi salah satu wadah inti pengembang lanskap seni dan budaya di Indonesia. Tak lepas dari nama besar Seniman Sunaryo, SSAS telah menjadi saksi dari ribuan karya seni untuk bertemu dengan para peminatnya.

Memperingati ulang tahun SSAS yang ke-20, Sabtu (15/8/2018), ini tentu semuanya harus menjadi spesial persembahan pameran tunggal Sunaryo.

sunaryo-2

Sunaryo dan karyanya yang berjudul Mata Waktu yang Fana | Mulki Santosa

Dalam pameran tunggal ini semua pengunjung akan memulai perjalanan dengan memasuki sebuah karya utama Sunaryo yakni berupa instalasi bernama Lawangkala.

Sesuai dengan namanya yang mana lawang berarti pintu dan kala adalah makna dari waktu, maka Lawangkala bisa diterjemahkan sebagai pintu waktu. Instalasi yang menyerupai bentuk dari bubu untuk menangkap ikan, Sunaryo ingin merepresentasikannya sebagai waktu.

sunaryo-7

Sesaat sebelum memasuki Lawangkala | Mulki Santosa

Kita sendiri tahu jika ikan sudah terjebak masuk ke dalam bubu maka dia tidak bisa keluar lagi. Serupa dengan manusia yang sudah masuk ke dalam ruang dan waktu saat mereka lahir, maka mereka tidak akan bisa mundur kembali karena waktu terus berjalan maju.

“Untuk idenya itu adalah kesementaraan. Kita hidup cuma seratus tahun dan jika dibandingkan dengan usia alam semesta ini waktu yang kita lalui tidak ada artinya, yaitu hanya numpang lewat kalau dalam istilah Jawanya itu mampir ngombe” kata Sunaryo.

sunaryo-3

Sunaryo mendapatkan surprise dari keluarga saat malam perayaan | Mulki Santosa

Dikawal oleh kuratornya, Agung Hujatnikajennong pameran tunggal ini juga menampilkan 20 lukisan khas Sunaryo yang mengisi tiga ruangan di SSAS. Pameran ini akan terus dibuka hingga 23 Desember 2018.

Sponsored Links

sunaryo-6

Abdi Karya menampilkan pertunjukan di malam perayaan | Mulki Santosa

Seniman-seniman yang terlibat antara lain Abdi Karya, Agus Suwage, Arin Dwihartanto Sunaryo, Chusin Setiadikara, I Made Wiguna Valasara, Joko Avianto, Bandu Darmawan, Cecep M. Taufik, Irfan Hendrian, Iwan Yusuf, Nurdian Ichsan, Nurrachmat Widyasena, Patriot Mukmin, Windi Apriani, Yuli Prayitno, M. Reggie Aquara, Mella Jaarsma, Maharani Mancanegara, dan Hedi Soetardja yang berkolaborasi dengan Sunaryo.

sunaryo-1

Teduh dari Paparan karya Bandu Darmawan | Mulki Santosa

“Dimaksudkan bahwa kita tidak bisa membayangkan Selasar tanpa Pak Naryo dan tidak bisa dibayangkan Pak Naryo tanpa Selasar. Yang ingin saya tekankan bahwa SSAS/AS/IDEAS adalah usaha untuk memerhatikan apa yang sudah dimulai oleh Pak Naryo sejak 20 tahun lalu,” kata Hendro Wiyanto yang menjadi kurator pada SSAS/AS/IDEAS.

Pameran yang mengambil tempat di Bale Tonggoh, SSAS ini akan dibuka hingga 4 November 2018. Selamat merayakan 20 tahun Selasar Sunaryo Art Space.