Etika

Mereka yang Payah Atau Saya Terlalu Hipster?

Pernahkah kalian merasa berbeda sendiri di dalam lingkungan pergaulan? Mengapa? Dalam artikel ini Lanang Indonesia ingin membahas hal-hal yang sering terjadi karena adanya perbedaan selera di dunia pertemanan.

Belakangan memang istilah hipster kembali ramai dibahas-bahas karena kembali populernya budaya-budaya yang pernah hits di masa lalu. Tapi dalam beberapa hal ada orang yang memang sebenarnya bukanlah hipster, namun mereka hanya punya selera yang berbeda. 

Mungkin hal ini akan biasa saja jika kita sedang berada di tengah-tengah orang yang memang paham. Tapi bagaimana dengan yang tidak? Bayangkan berkumpul lagi dengan teman-teman lama, lalu ternyata kita memiliki selera yang berbeda, Mau tidak mau pasti akan ada gap yang timbul dalam dialog.

Sobat lanang pasti punya musik favorit masing-masing atau gaya berpakaian yang nyaman dengan kepribadian sendiri. Ada yang mengikuti apa yang sedang tren, ada yang memang menyukai karena merasa sesuai dengan karakter.

Saat berkumpul bersama, musik atau yang lainnya pasti akan menjadi salah satu topik pembicaraan, namun semua itu akan berubah jika ternyata apa yang kita bahas tak diketahui oleh teman-teman kita.

Dalam kondisi seperti ini, seringkali keluar ucapan “Lo bahas yang orang pada tahu dong” atau “Itu mah lo doang yang tahu.” Lalu bagaimana menyikapinya?

Kali ini kami bukan ingin membela para hipster atau kalian yang punya selera berbeda. Terkadang banyak orang yang sudah bertahun-tahun tak bisa meng-upgrade wawasannya atau terkadang mengetahui sesuatu hanya karena sedang populer.

Jika kalian bukanlah seorang hipster pasti gap tersebut akan segera hilang dengan jiwa sosial yang tinggi karena pada intinya berbaur adalah yang utama. Tak perlu gusar dengan ketidaktahuan teman-teman kalian, setiap orang punya rasa ingin tahu yang berbeda-beda.

Cara paling sederhana adalah dengan menjelaskan perlahan hal apa yang kalian maksud, entah dicerna atau tidak, setidaknya mereka sudah mengetahui itu walau hanya sedikit.

Inti masalahnya adalah, dari ratusan genre musik yang ada atau dari puluhan brand fashion yang ada tentu tak semuanya diketahui orang. So, sebenarnya fenomena tersebut sangatlah wajar terjadi, yang penting tetaplah nyaman dengan apa yang kalian suka, bukan nyaman dengan apa yang orang-orang tahu.

Hipster atau tidak? Tinggal seberapa cerdas kalian beradaptasi dengan lingkungan pergaulan.