Kesehatan

Minum Kopi Bisa Cegah Kanker Kulit?

Meningkatnya permintaan kopi membuat kedai kopi menjamur, kesejahteraan petani kopi pun ikut terangkat. Kopi memang minuman khas yang memiliki banyak manfaat. Dari sekian banyak manfaat tersebut ternyata kopi juga memiliki manfaat untuk mencegah kita dari risiko kanker kulit, benarkah?

 

Sebuah studi terbaru menemukan jika ternyata kebiasaan meminum kopi bisa mengurangi risiko kanker kulit melanoma, jenis kanker kulit yang paling mematikan. Master Dalam Kesehatan Masyarakat Erikka Loftfield, MPH, dari National Cancer Institute mengumpulkan sebanyak 447.357 partisipan yang tidak menderita kanker kulit pada awal penelitian. Kemudian para partisipan diminta untuk mengisi kuesioner tentang makanan mereka yang meliputi frekuensi minum kopi setiap hari. Pada akhir periode penelitian terdapat 2.905 partisipan yang terkena melanoma.

Para peneliti menemukan jikan semakin sering kopi yang diminum oleh partisipan setiap hari, maka semakin kecil risiko terkena melanoma. Minum sebanyak empat cangkir kopi sehari, maka akan menurunkan risiko melanoma sebesar 20 persen.

Peneliti mencatat bahwa kaitan tersebut hanya ditemukan pada partisipan yang mengonsumsi kopi berkafein, bukan kopi tanpa kafein. Selain itu, minum kopi hanya tampak mengurangi risiko melanoma maligna, bukan melanoma in-situ, suatu keadaan dimana sel melanoma belum menyebar melampaui sel luar kulit.

Melanoma maligna (MM) sendiri merupakan salah satu jenis kanker kulit yang mematikan dan kejadiannya telah meningkat pesat di seluruh dunia dalam beberapa tahun terakhir. Banyak faktor yang dapat memengaruhi risiko seseorang untuk terkena kanker kulit melanoma maligna, seperti paparan sinar ultraviolet (UV), jenis kulit, warna kulit, faktor genetik, dan lain-lain.

Kafein yang ada di dalam kopi diyakini dapat membantu menekan sel-sel tubuh yang berpotensi menjadi kanker saat terkena matahari. Selain itu, zat yang terkandung di dalam kopi juga diklaim bisa menangkis stres oksidatif pada kulit. Stres yang dimaksud adalah kondisi di mana kulit tubuh mengalami stres akibat terlalu banyak terpapar sinar UV, seperti kulit memerah, muncul bintik-bintik hitam, terbakar, kerusakan DNA, sampai penuaan dini.

Penelitian ini juga dikuatkan oleh temuan dalam pertemuan tahunan American Association for Cancer Research (AACR) 2012 di Chicago, Amerika Serikat (AS). Penelitian ini menunjukkan, tikus yang diberi kafein dan berlari di roda berputar memiliki tumor kanker 62% lebih rendah. Volume tumor juga turun 85%, dibandingkan tikus yang tidak mengonsumsi kafein atau berolahraga.

Kafein yang ada di dalam kopi memang telah lama diketahui secara luas memiliki manfaat untuk kesehatan tubuh. Tetapi kafein juga bisa menyebabkan ketergantungan bila dikonsumsi secara berlebihan. Inilah sebabnya semakin sering kita meminum kopi semakin tinggi juga tingkat kecanduan kita untuk meminumnya. Hal yang perlu dicatat, konsumsi kafein secara berlebihan bisa memicu jantung berdetak lebih cepat. Apalagi jika dikonsumsi dengan gula cukup banyak maka akan berisiko terkena diabetes lebih tinggi.