Kesehatan

Minum Teh Setelah Makan Tak Baik, Kenapa?

Kebiasaan meminum teh baik dingin maupun hangat setelah makan pasti sering dilakukan banyak orang. Selain nikmat, rasa dan aroma teh yang ringan tetapi kaya memang cocok untuk membantu membersihkan mulut dan lidah dari sisa-sisa makanan. Namun di balik kenikmatannya ternyata meminum teh setelah makan sangatlah tidak baik, kenapa hal itu bisa terjadi?

 

Meski memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, diketahui jika meminum teh setelah makan berisiko mengganggu pencernaan serta proses penyerapan nutrisi pada tubuh. Sebuah penelitian yang dikeluarkan oleh The Journal of Nutritional Biochemistry mengungkapkan jika kandungan asam tannin dan polifenol dalam teh bisa mengganggu penyerapan protein dan zat besi. Hal itu karena asam tannin dan polifenol akan mengikat kedua zat gizi ini di dalam usus.

Hal serupa juga diungkapkan dalam jurnal Critical Reviews in Food Science and Nutrition. Dalam jurnal tersebut,   terbukti jika kita meminum teh sambil makan atau setelah makan, kandungan tannin dan polifenol dalam teh akan langsung mengikat protein dan zat besi sebelum sempat diserap oleh tubuh.

Hal ini pun mengakibatkan, gizi yang terkandung dalam makanan kita tak akan bisa diserap oleh tubuh. Jadi, bagi kalian yang kekurangan zat besi atau menderita anemia sebaiknya hindari minum teh baik setelah makan. 

Waktu Terbaik Minum Teh

Lalu jika memang benar demikian, kapankah waktu terbaik untuk minum teh? Jika ingin tetap meminum teh setelah makan maka tunggu waktu 1-2 jam kemudian. Ini karena proses penyerapan makanan dalam perut sudah selesai. Sebaiknya pilihlah jenis the hijau, pasalnya, teh hijau bisa membantu melancarkan pencernaan dan tak terlalu berdampak pada penyerapan zat besi dan protein seperti teh hitam. Namun pastikan porsi yang kalian minum tidak berlebihan, cukup satu cangkir saja setelah makan.