News

Mitos Dan Fakta Bunuh Diri, Apa Saja?

Peristiwa bunuh diri kembali menggemparkan publik, kematian koki selebriti Anthony Bourdain menjadi pemantik peristiwa bunuh diri yang paling menyedot perhatian. Peristiwa tersebut semakin menambah daftar orang terkenal yang harus mengakhiri hidup dengan bunuh diri.

Banyak yang beranggapan jika keinginan bunuh diri hanya ada di benak kaum muda. Tapi nyatanya Anthony Bourdain bunuh diri di usia 61 tahun. Banyak hal yang mendorong seseorang menjadi berani untuk bunuh diri dengan proses yang kompleks. Agar tak mudah terjebak dengan asumsi yang ada mari kita simak mitos dan fakta bunuh diri yang harus kalian tahu!

Mitos

- Depresi Masalah Medis Biasa

Depresi merupakan salah satu faktor terbesar penyumbang angka bunuh diri di dunia. Meskipun vital, namun nyatanya banyak yang keliru memahami depresi, bahkan menjadi mitos. Depresi justru kondisi yang nyata dan serius. Hal ini tidak berbeda dari diabetes atau penyakit jantung yang dapat mempengaruhi emosional dan fisik dan membuat hidup sangat sulit bagi mereka yang memilikinya. Depresi juga tak bisa menghilang begitu saja tanpa penanganan yang tepat terhadap yang mengalaminya.

- Biasanya Anak Muda

Berdasarkan data American Foundation for Suicide Prevention, risiko tertinggi seseorang melakukan bunuh diri ada di rentang usia 45-54 tahun dengan kasus sebanyak 19,72 kematian per 100.000. Sedangkan pada usia di atas 85 tahun terdapat 19 kasus per 100.000 orang, dan pada populasi produktif hanya 13 kasus per 100.000 orang. Ini menunjukkan bahwa usia tidak menjamin tingkat depresi dan bunuh diri.

- Sering Dilakukan Saat Akhir Pekan

Ilmuwan Marcia Valenstein, MD mengungkapkan jika saat akhir pekan atau liburan memang ada waktu lebih banyak untuk orang berpikir bunuh diri. Namun bukan berarti semua orang akan berpikir demikian. Ditegaskan juga oleh Profesor psikiatri dari University of Michigan, dr Valenstein, kebanyakan orang berpikir musim liburan adalah waktu yang berisiko untuk meningkatnya kasus bunuh diri. Entah apa yang membuat orang berpikir bunuh diri lebih banyak terjadi saat akhir pekan atau liburan. Namun pada faktanya sebagian besar kasus bunuh diri justru terjadi di hari Senin.

 

Fakta

- Banyak Upaya Bunuh Diri Gagal

dr Valenstein, “Hanya 1 dari setiap 10-25 upaya bunuh diri yang benar-benar menghasilkan kematian,”. Jadi tak semua upaya bunuh diri langsung membuahkan hasil.

- Orang Terdekat Mempengaruhi

Dukungan yang kuat akan menurunkan risiko bunuh diri yang baik kepada setiap orang. Terkadang riwayat depresi bisa terjadi karena masalah dengan orang terdekat. Jika keluarga atau teman dekat bisa memainkan peran penting, maka orang tersebut akan jauh dari pikiran untuk bunuh diri. Dan ternyata paparan orang lain yang ingin melakukan bunuh diri dapat meningkatkan kemungkinan orang yang berada disekitarnya juga berkeinginan untuk melakukan bunuh diri.

- Kreativitas Mempengaruhi Hasrat Bunuh Diri

Benarkah orang dengan kreativitas tinggi lebih tinggi kemungkinan bunuh diri? Kreativitas, depresi dan bunuh diri telah lama saling dikaitkan, sehingga mungkin tidak mengejutkan bahwa beberapa individu yang paling kreatif dalam sejarah menderita penyakit mental. Mungkin hal ini juga yang membuat banyak kalangan artis dan seniman melakukan bunuh diri.

- Pria Lebih Berisiko Bunuh Diri

Sponsored Links