Grooming

Modern Guide: Memahami Wet & Dry Shaving

Jika di kalangan awam mungkin bercukur kumis dan jenggot hanya sekedar pakai pisau cukup biasa dan terburu-buru sebelum berangkat kerja. Lebihd dari itu bro, shaving adalah salah satu ritual penting bagi seorang pria modern. Jadi kalian tidak bisa main sembarang kerok saja ya.

Aturan dasar shaving tidaklah rumit dan sangat mudah dipahami. Beberapa langkah umum yang harus diperhatikan sering terlewat hanya karena soal kita belum tahu saja. Dalam artikel Modern Guide kali ini kami akan menjabarkan secara ringkas dan jelas bagaimana seharusnya pria masa kini melakukan shaving.

Wet atau Dry yang Lebih Baik?

Pertanyaan macam ini pasti tersirat dalam otak kalian, dan jawabannya adalah keduanya sama baik. Wet dan dry shaving memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing, di mana wet shaving akan memberikan hasil yang lebih maksimal sedangkan dry shaving sangat menghemat waktu kalian.

Wet Shaving

Bercukur basah akan memberikan banyak kelebihan di mana risiko iritasi lebih kecil karena penggunaan foam serta hasil yang lebih sempurna. Namun ritual ini membutuhkan ketelitian dan kesabaran di depan cermin, jadi hanya bisa dilakukan dengan porsi waktu yang cukup panjang.

Jika kalian ingin melakukannya saat pagi sebelum beraktivitas, tentu kalian harus bangun 20 menit lebih awal untuk melakukan wet shaving.

Ada empat langkah dasar dalam wet shaving. Pertama basuh kumis dan jenggot yang akan dicukur dengan air bersih, lalu lumuri area yang akan dicukur dengan shaving foam, pangkas, lalu bilas sisa shaving foam dengan air bersih dan terakhir keringkan dengan handuk bersih.

Saat wet shaving Penggunaan pisau cukur manual juga lebih dianjurkan dibandingkan dengan pisau cukur elektrik.

Dry Shaving

Bercukur kering bisa dilakukan bagi kalian yang memang sedang terjebak dalam situasi yang tidak memungkinkan untuk melakukan wet shaving. Keunggulan utama dari dry shaving adalah kepraktisannya. Kalian bisa melakukan dry shaving bahkan di dalam mobil saat sedang macet.

Untuk dry shaving pisau cukur elektrik adalah yang paling utama, karena akan mengurangi helai-helai bulu yang mungkin tercecer jika kita menggunakan pisau cukur manual. Karena risiko iritasi lebih mungkin terjadi dengan dry shaving pesannya kalian harus lebih hati-hati ya.

Alur Cukur

Jika kalian menggunakan pisau cukur manual maka kalian harus tahu seperti apa alur cukur kalian. Mudah kok, cukup disentuh dan diperhatikan kemana arah jatuhnya kumis kita, cukur dengan mengikuti arah jatuh tersebut. Melawan arah jatuh kumis berpotensi membuat iritasi kulit.

Regulasi

Agar selalu terlihat bersih dan segar sebaiknya kalian jadikan shaving ini ritual rutin yang dilakukan setidaknya dua hari sekali. Ketika sudah menjadi kebiasaan maka aktivitas ini tidak akan terasa merepotkan.

Penggantian Pisau Cukur

Pisau cukur manual berkualitas tinggi mungkin memiliki umur pakai yang panjang, tapi jika kalian membeli merek umum yang tersedia di swalayan tentu berbeda. Gantilah pisau cukur manual setiap 3 bulan sekali untuk mendapatkan hasil cukur sempurna dan menurunkan risiko iritasi.

Itulah beberapa poin dasar yang bisa kalian jadikan standar dalam melakukan wet atau dry shaving. Tak perlu ragu untuk terlihat bersih karena tampilan yang segar akan membuat kita terlihat lebih profesional dan modern.

 

ARTIKEL TERKAIT