Traveling

Modern Guide: Mendaki Gunung

Mendaki gunung atau hiking sudah menjadi hobi banyak orang sejak zaman dulu, namun terkadang beragam latar belakang membuat para pendaki sering salah kaprah dalam mengartikan hiking itu sendiri. Lalu seperti apa sih sebenarnya mendaki gunung yang hakiki itu?

 

Dalam artikel modern guide kali ini kami akan membagikan berbagai aspek penting yang harus kalian ketahui untuk mendaki gunung. Apa saja poin-poinnya?

Sponsored Links

Mendaki gunung secara solo sangat tidak disarankan karena selalu adanya kemungkinan terjadi insiden. Tim kecil bisa dikategorikan dengan jumlah 2 sampai 5 orang dan jika lebih dari itu kalian sudah menjadi sebuah rombongan besar.

Masing-masing memiliki kelebihan, dengan tim kecil kalian bisa lebih berkontemplasi dan minim insiden, sedangkan dengan tim besar akan terasa lebih seru karena ramai. Pilihan tim kecil sangat cocok untuk kalian yang bertujuan untuk rekreasi, karena jika kalian mendaki dengan jumlah lebih dari 10 orang akan terasa seperti ospek.

Backpack

Apa yang salah dengan backpack? Dalam sebuah tim 5 orang semuanya membawa tas carrier setinggi Monas. Tentunya sebuah carrier diperlukan hanya untuk membawa tenda dan matras panjang. Anggota sisanya bisa membawa backpack untuk urusan logistik.

Poinnya adalah 2 hari di gunung pinggir kota kalian tidak perlu membawa item-item tak perlu. Selain itu dengan penggunaan backpack juga akan mengurangi beban bawaan di mana kita bisa merolling pembawaan si carrier besar.

Suhu

Percaya atau tidak tapi nyatanya suhu di gunung jauh lebih bersahabat selama musim hujan. Kalian mungkin akan merasakan becek, kotor dan lumpur tapi saat malam suhu akan terasa lebih hangat. Intinya kalian aman dari hypothermia selama tubuh dalam kondisi kering.

Musim panas mungkin membawa hangat yang cukup di siang hari, tapi saat malam udara dingin yang kering akan membuat kalian menggigil bro. Jadi jangan heran kenapa banyak pendaki yang tetap hiking selama musim hujan.

Olahraga

Sah saja jika kalian menyebut hiking adalah hobi, tapi hakikinya mendaki gunung itu sendiri adalah olahraga jasmani dan rohani. Kalian akan mendekati batas-batas kemampuan fisik dan dalam kondisi tertentu kita akan mengalami ujian mental.

Menyerah secara fisik dan mental akan menghasilkan pulang tanpa sampai puncak. Beberapa ada yang akhirnya kapok dan sisanya justru menjadi keranjingan dengan olahraga ini.

Survival Skill

Kalian harus paham keterampilan dasar bertahan hidup, semacam cara membuat api, pengetahuan tumbuhan gizi, hingga langkah saat bertemu hewan buas. Pengetahuan standar ini bisa sangat berguna di waktu yang tak terduga.

Itu dia beberapa aspek inti yang harus kalian pahami sebelum mendaki gunung. Jangan pernah meremehkan elevasi sebuah gunung, remehkanlah mental kalian ketika gagal untuk mencapai puncak. Selamat mendaki bro!