Karier

Modern Guide: Perilaku Tabu di Kantor (Bagian 2)

Melanjutkan bagian sebelumnya, masih terisa lagi 5 poin tabu di kantor yang harus kalian hindari. Bagian ini adalah bagian pamungkas di mana sebagian besar bisa diklasifikasikan sebagai tabu tingkat atas. Apa sajakah?

Komentator

Komentar sebaiknya dilontarkan ketika diminta atau memang kita digaji sebagai komentator, tapi lain cerita jika semua gerak-gerik rekan kerja jadi bahan komentar kalian. Biasanya komentar-komentar positif akan mudah diterima, tapi jika niatnya mengkritik sebaiknya jangan pernah dilakukan dalam bentuk komentar yang dilakukan di depan semua kuping kantor.

Sinis

Beberapa tahun ke belakang sifat sinis mulai banyak bermunculan lantaran begitu bebasnya aktivitas yang bisa kita lakukan di dunia medsos. Tak lepas di dunia nyata kita-pun sering terbawa emosi. Tak perlu kegerahan hanya karena perkara teman yang suka overpost kegiatannya sebagai social climber. Hati yang sehat adalah hati yang bahagia ketika melihat orang lain bahagia.

Overkepo

Penasaran tentu sudah jadi sifat wajib banyak orang, namun bagaimana kita memilah mana yang harus di-kepo-in atau tidak itu yang terpenting. Rasa ingin tahu tentang ilmu pengetahuan sangat positif, tapi rasa ingin tahu apakah seorang rekan kerja masih perawan atau tidak itu buruk bro.

Sponsored Links

Pelecehan bisa datang dalam banyak bentuk, pelecehan secara seksual, mental bahkan harga diri. FYI, godaan kita pada rekan kerja wanita tentang tubuh seksinya saja sudah bisa masuk dalam kategori pelecehan. Contoh lainnya adalah saat kita berkata “ah pinter banget sih lo, kaya gitu aja salah!” bahkan bisa dikategorikan sebagai pelecehan. Tak perlu menunggu rekan kerja tersinggung dulu bro, paling dekat kita bisa menjaga mulut sendiri kok.

Monopoli Kerja Tim

Jika kalian memiliki kebiasan memonopoli kerja tim (secara prestasi), percayalah kalian adalah orang yang paling tidak disukai di kantor. Sederhana, ketika suatu karya yang dikerjakan bersama dan kalian akui sebagai karya kalian, atau kalian yang paling berpengaruh dalam karya itu. It’s done bro.

Itu dia para pamungkas perilaku tabu di kantor, semua tindakan ini tidak akan pernah bisa dibenarkan di manapun kalian bekerja. Di lingkungan yang lebih keras sangat mungkin kalian akan terancam secaraa fisik, so beruntunglah jika kalian masih ada di lingkungan kantor. Untuk para pelaku sebaiknya segera sembuh dan untuk kalian yang mau cari kerja sebaiknya jangan coba-coba.