Gaya Lanang

Panduan Mengancing Jas (Penting!)

Kericuhan yang pernah terjadi di sosial media mengenai kancing jas Pak Jokowi, Presiden RI saat berkunjung ke Brunai Darussalam, karena hanya mengancingkan satu kancing bagian atas saja mendapat berbagai komentar.

Ada yang mengomentari tidak rapi, ada juga yang berkomentar kampungan dan berkomentar kancing satu adalah salah.

Anehnya yang memberi komentar bukanlah orang-orang yang kompeten di bidang penampilan pria. Sehingga kericuhan ini marak di media sosial.

Bagaimana sebenarnya peraturan kancing pada stelan jas? Pengetahuan ini tentunya tidak didapatkan di bangku sekolah atau institusi formal lainnya. Namun untuk seorang pria, pengetahuan mengancingkan jas adalah ilmu dasar sebelum Anda memiliki stelan jas.

Kapan dikancing?

Kancing pada jas dikancingkan pada saat posisi berdiri dan berjalan. Cukup hanya mengancingkan satu kancing paling atas saja. Untuk jas dua kancing, hanya kancing paling atas, dan untuk jas tiga kancing, kancing tengah yang di kaitkan.

Mengapa yang lain tidak dikancing? Kancing yang lain berguna hanya sebagai hiasan atau aksesoris. Secara estetika, terlihat lebih bagus dan postur tubuh bagian atas terlihat lebih lebar (bahu ke pinggang) sehingga lebih proporsional. Namun bila dikancingkan semua, pinggul ke atas terlihat rata dan tubuh terlihat penuh dan gemuk. 

Kapan dibuka?

Kancing jas dibuka saat Anda ingin duduk. Bukan setelah duduk. Ini wajib hukumnya. Untuk lawan bicara jadi berkesan ramah, terbuka dan approachable.

Kemudian pada saat duduk kita menginginkan gerakan yang lebih bebas sehingga tidak membatasi. Juga untuk menghindari kekusutan pada jas. Ketika hendak berdiri lagi, Anda wajib mengancingkannya kembali seperti semula. Hanya satu kancing bagian atas.

Lihat saja David Cameron (PM Inggris) dan Presiden Amerika Serikat Barack Obama, sampai David Beckham dan Andrew Garfield. Kesamaan mereka adalah memahami aturan kancing–mengancing jas.

Sehingga untuk yang tidak mengetahuinya, ini merupakan ilmu dan modal dasar agar kita bisa sejajar dengan pria lain yang ada di belahan bumi ini. Dan tidak harus jadi orang terkenal juga untuk pintar mengancingkan jas ini.

Jadi, sebenarnya Bapak Presiden Jokowi sudah melakukan hal yang benar dengan mengancingkan satu kancing bagian atas saja. Namun penampilannya terlihat tidak rapi karena dasi yang diikat sedikit kepanjangan, yang mana ujung dasi harus berakhir di atas garis pinggang. Pak Presiden kok dibilang salah?