News

Pat Torpey, Penabuh Drum Mr Big yang Pergi Karena Parkinson

“Oh baby baby it's a wild world, I'll always remember you like a child girl” penggalan lirik tersebut pasti sudah tak asing lagi di telinga sobat lanang. Ya, lirik tersebut adalah sebuah bagian dari lagu band rock ternama Mr Big berjudul Wild World. Tepat pada Rabu 7 Februari 2018, sang penabuh drum andalannya Pat Torpey akhirnya meninggal dunia setelah berjuang melawan Parkinson yang dideritanya.

"Dengan patah hati kami menyampaikan kepada kalian bahwa saudara laki-laki, teman, drummer dan anggota pendiri band kami, Pat, meninggal dunia pada Rabu, 7 Februari akibat komplikasi penyakit Parkinson," cuit akun Twitter resmi Mr. Big, Jumat (9/2/2018).

Pat Torpey sendiri terdiagnosa menderita Parkinson sejak tahun 2014. Meski hal itu membuat Paul Gilbert dan kawan-kawan mencari pengganti baru, namun Pat Torpey tetap diundang untuk mengisi beberapa lagu di setiap konser. Tak terkecuali ketika mampir di Indonesia.

Pat yang lahir di Cleveland, Amerika Serikat, 14 Desember 1953, mulai menabuh drum saat berusia tujuh tahun karena terobsesi saat menyaksikan band polka ketika piknik. Hijrah ke Los Angeles pada tahun 1983 membuatnya bertemu dengan Paul Gilbert dan Billy Sheehan yang akhirnya membawanya menjadi keluarga Mr Big.

mrbig2017promo_638

Personil Mr Big; Eric Martin, Billy Sheehan, Paul Gilbert dan Pat Torpey | Dok. The Wonderland +

Pat Torpey berusaha sekeras hati untuk mampu melawan Parkinson. Ia mengatakan jika usahanya melawan Parkinson sama seperti kegigihannya bermain drum untuk Mr Big. Selama berkarier lebih dari 29 tahun, Pat Torpey bersama Mr Big sudah merilis delapan album studio, 12 album konser, 5 album kompilasi dan 16 single.

Band yang sempat bubar pada 2002 ini secara ajaib bisa bersatu kembali pada tahun 2009, setelah desakan dari para fans begitu kuat untuk bersatu. Produktivitas Mr Big pun tetap terjaga dengan lahirnya album bertajuk Defying Gravity pada 7 Juli 2017.

Satu dekade belakangan, Parkinson memang menjadi penyakit yang ramai dibicarakan. Gejala awalnya yang ditandai tremor telah menumbangkan banyak orang, salah satunya legenda tinju dunia Muhammad Ali yang sudah menderitanya sejak 1984, tiga tahun setelah ia menyatakan pensiun. Sama seperti Pat Torpey, Ali pun berusaha melawan, salah satunya dengan menjadi pembawa obor olimpiade 1996 di Georgia, Amerika Serikat.  Ini menjadi simbolis perjuangan Muhammad Ali melawan Parkinson.

Parkinson memang sangat sulit untuk terdeteksi sejak dini, dikarenakan gejalanya yang mirip seperti orang cemas dan susah tidur. Selamat jalan Pat Torpey, pukulan drum-mu akan tetap terdengar.