Terkini

Payung Teduh yang Tak Lagi Sejuk

Siapa yang tak tahu Payung Teduh? Band beraliran folk-pop ini begitu akrab ditelinga kalangan muda beberapa tahun belakangan. Pemilihan musik yang kontemplatif dengan lirik yang sastrawi menjadikan Payung Teduh punya karakter berbeda dari band indie yang sudah ada sebelumnya.

Band yang lahir pada tahun 2007 dari dunia pertongkrongan teater Pagupon Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, ini   total telah memiliki tiga album, yakni Self Titled (2010), Dunia Batas (2012) dan yang terbaru Live & Loud (2016).

Secara aliran musik sebenarnya Payung Teduh tak terikat dengan genre tertentu, di awal kemunculannya ia tampil dengan musik bernuansa 60an. Beberapa lagu juga dibalut dengan nuansa keroncong dan jazz. Lewat musiknya yang mengalir apa adanya, dengan pemilihan lirik yang cerdas mengantarkan Payung Teduh menjadi band yang paling intens di tanah air. Dalam sebulan ia bisa 15 kali manggung di berbagai tempat. Ini tentu menandakan jika band ini diterima oleh banyak orang.

Setelah lagu “Akad” muncul, Payung Teduh makin hits karena musiknya yang populer dengan liriknya yang ramah dengan semua anak muda dan bisa dicerna dengan mudah. Intensitas manggungnya pun semakin tinggi, namun justru ditengah-tengah kesibukkan tersebut, salah satu pendirinya sekaligus vokalis Mohammad Istiqamah Djamad aka Is menyatakan diri mundur dari Payung Teduh.

Is menyatakan dirinya mundur dari band usai konser BBM Liztomania Konser Musik Tanah Air Vol.3 Payung Teduh "Catra Adhum" di Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta Pusat, (14/11/2017). Ia menyatakan mundur karena punya pilihan yang berbeda yang dianggap tak akan bisa sejalan jika diteruskan. Meski begitu, Is akan tetap bernyanyi bersama Payung Teduh sampai akhir tahun 2017.

Sampai saat ini Payung Teduh sendiri belum ada rencana bagaimana ke depannya setelah ditinggal sang vokalis. Entah makin cemerlang atau meredup, yang pasti, suara Is telah melekat dengan karakter Payung Teduh.

Kehadiran Payung Teduh memang bisa dibilang sebagai dobrakan baru, banyak orang menikmati lagu mereka tanpa tahu personilnya seperti apa. Ini jelas mengindikasikan jika band ini dikenal luas karena memang karyanya, bukan ketampanan apalagi sensasinya.

Selain itu idealisme mereka dengan menolak tampil di televisi adalah suatu keberanian yang harus diapresiasi. Payung Teduh tetap besar meski tak diekspos secara masif oleh televisi. Lalu mundurnya Is bisa dibilang akan mengurangi kesejukan yang ditiupkan oleh Payung Teduh lewat alunan musiknya.