Gaya Lanang

Perjalanan Panjang Batik Edward Hutabarat

Siapa yang tidak mengenal Edward Hutabarat, desainer senior Indonesia yang terkenal dengan desainnya yang kontemporer yang selelu menggunakan batik pada setiap potong bajunya. Kali ini, Bang Edo, begitu beliau biasa disapa, menggelar pameran “Batik Journey” yang dibuka dengan sebuah fashion show pada 14 Januari 2016 lalu.

Pameran ini bukanlah pameran biasa, namun juga menjadi panggung perjalanan Edward Hutabarat selama 35 tahun menjadi desainer. Pagelaran “Batik Journey” yang didukung penuh oleh hotel Dharmawangsa Jakarta ini, desainer yang lahir di Tarutung, Tapanuli Utara, Sumatra Utara ini, kembali memberikan definisi yang semakin substansial tentang batik. Mengelola Batik bukan hal yang baru baginya. Ia adalah yang pertama kali mengangkat derajat Batik ke jenjang yang lebih tinggi.

Dalam konfrensi pers sore harinya sebelum acara, Edo mengatakan “ bahwa tidak ada motif Batik yang terpotong, kain dipola terlebih dahulu baru kemudian di Batik. Kita angkat kelasnya”.

Melalui “Batik Journey” ini, Edo juga melansir koleksi Kimono khusus prier yang meleburkan dua kutub kebudayaan berbeda. Busana berpola T-shaped yang identic dengan busana tradisional Jepang ini diimplementasi diatas kain Batik. Kimono Batik ala Edoterlihat megah dan subtle. Untuk prier, Kimono Batik ini disandingkan dengan tenun lurik.