Gaya Hidup

Pesepak Bola Muslim Di Piala Eropa 2016

Ajang Piala Eropa yang digelar di Prancis, pada tahun ini tak hanya menjadi pesta sepakbola bagi benua biru tersebut, melainkan juga menjadi momen istimewa karena berbarengan dengan bulan Ramadhan. Kompetisi sepak bola tersebut pun ternyata banyak diikuti oleh para pemain muslim dan Turki menjadi negara terbanyak dengan total 8 pemain muslim di skuatnya.

Tim-tim yang diisi oleh pemain muslim tak hanya didominasi oleh negara mayoritas Islam, namun negara populasi minim populasi muslim seperti Jerman dan Prancis juga tercatat memiliki pemain muslim. Di Bulan Ramadan, pemain muslim mungkin saja mempunyai kendala fisik jika tetap melanjutkan puasa. Apalagi, berpuasa di Prancis pada saat ini lama waktunya mencapai 19 jam atau terpanjang dalam 33 tahun terakhir.

Untuk Prancis, sang pelatih Didier Deschamps, memberi perhatian lebih kepada anak-anak asuhnya yang muslim karena bertepatan dengan Ramadhan. Di tim Les Bleus ini sendiri, ada lima pemain muslim. Prancis pun memastikan asupan konsumsi halal untuk para pemainnya. Para pemain pun memilih untuk tidak berpuasa sementara agar tetap fit selama bertanding dan menggantinya di hari lain.

Meski beberapa negara memilih untuk mengganti hari puasanya agar tetap fit, sedangkan Turki dan Albania lebih memberikan kepercayaan kepada setiap pemain muslimnya. Puasa atau tidak, Tim menyerahkan keputusan kepada masing-masing pemain.

Total sebanyak 33 pemain muslim dari 9 negara seperti Albania, Turki, Swiss, Belgia, Swedia, Italia, Jerman, Prancis dan Austria, menghiasi meriahnya Piala Eropa 2016 selama sebulan penuh. Beberapa dari mereka pun merupakan pemain bintang kelas dunia, yakni Mesut Ozil (Jerman), Sami Khedira (Jerman), Paul Pogba (Prancis) dan Bacary Sagna (Prancis).