Terkini

Pilih Taksi Reguler atau Berbasis Aplikasi?

Sponsored Links

Gesekan antara jasa transportasi reguler dan yang berbasis aplikasi online sebenarnya sudah terjadi sejak mulai berkembangnya salah satu jasa ojek online, Go-Jek, dua tahun ke belakang. Dengan tarif yang lebih transparan dan bisa diketahui dari aplikasi membuat pengguna ojek lebih memilih jasa berbasis online ini. Tak berselang lama para pengojek reguler pun kegerahan dan memicu terjadi beberapa penyerangan pada driver Go-Jek di beberapa wilayah.

Lambat tapi pasti gesekan mulai tenggelam, namun kini kembali naik ke permukaan dengan intensitas yang lebih serius karena gesekan tak lagi antara korporat dan pribadi (baca: Go-Jek dan ojek biasa) tapi antara korporat dan korporat.

Terlepas dari panasnya gesekan antara taksi reguler dan online, lebih baik kita langsung ke inti permasalahan yakni nilai lebih apa saja yang dimiliki dua kubu ini.

Taksi Reguler

Dengan taksi reguler kita bisa membayar dengan kartu kredit dan debit namun hanya pada beberapa armada yang tertanda. Banyak yang menilai tarif taksi reguler lebih mahal, tapi itu semua karena perusahaan taksi reguler memiliki birokrasi yang rumit. Perawatan armada, izin usaha, uji kir dll. mengharuskan perusahaan taksi reguler memiliki standar tarif operasional.

Taksi Online

Dengan taksi online kita bisa membayar dengan kartu kredit dan debit melalui aplikasi. Tarif taksi online cenderung murah karena perusahaan tidak perlu merawat armada mereka yang notabene adalah mobil-mobil pribadi atau milik rental. Selain itu mereka tidak memerlukan uji kir karena berpelat hitam dan bisa bebas dari pajak kendaraan umum. Satu-satunya nilai lebih yang terasa adalah Anda seperti memiliki sopir pribadi bersama taksi online.

Taksi online ini sudah dilarang di beberapa negara seperti Jerman, Korea Selatan, Thailand bahkan Belanda. Mari kita tunggu seperti apa keputusan pemerintah kita terhadap kebijakan transportasi ini. Para petarung sudah siap, arena pun cukup luas (Jakarta), penonton sudah menyerahkan uang taruhannya, tinggal sang wasit yang masih belum punya aturan jelas. Selamat bertarung!