Fashion

PIMFW 2017: Feby Haniv Pour Homme

Perpaduan signature cuts dengan impresi flamboyan para kriminal amerika era 20-an menjadikan koleksi The Savages karya Feby Haniv sebagai wujud pria-pria modern yang sartorial, stylish   sekaligus macho.

Koleksi busana yang diperagakan pada hari ketiga perhelatan mode Plaza Indonesia Men’s Fashion Week 2017 ini memastikan pria tetap terlihat well-dressed dalam kehidupan urban  yang aktif dan mobile.

fh

Feby Haniv | Dok. Lanang Indonesia

Tema “The Savages” yang ditampilkan oleh Feby Haniv Pour Homme ini terinspirasi dari gaya kriminal Amerika era 20-an hingga 30-an. Pada foto-foto penangkapan yang dilakukan tim kepolisian di tahun-tahun tersebut, meskipun urakan, para narapidana ini tetap terlihat flamboyan dalam setelan jas, panama hat atau newsboy cap.

Feby Haniv, satu-satunya desainer wanita di Indonesia yang fokus menciptakan koleksi pria saja, juga terkesan atas gaya berbusana tiga bersaudara D’Autremont. Bersaudara yang terkenal di  Amerika karena mencoba merampok kereta express pacific northwest pada tahun 1920-an. Ia juga menjadikan film “Once Upon a Time in America” sebagai ilham rancangannya.

fh-2

Feby Haniv | Dok. Lanang Indonesia

Sponsored Links

Dengan kepiawaiannya dalam teknik tailoring, Feby mentransformasikan impresi ‘mafia flamboyan’ era 20-an menjadi look yang relevan dengan gaya hidup dan mode terkini. Koleksi  “The Savages” diwarnai palet tanah seperti coklat, krem, biru navy, dan hijau tentara.  Palet warna yang sangat berbeda dengan koleksi Feby sebelumnya; Tales of The Macabre.

Kami harus mengacungi jempol atas keberhasilannya (dan keberanian) menciptakan karya mode yang otentik di tengah-tengah invasi tren yang nyaris serupa. Feby menghadirkan koleksi yang terasa baru, orisinil namun tetap relevan dengan kebutuhan gaya berbusana pria maskulin dan modern;  rich in sartorial taste dan   stylish.

fh-3

Feby Haniv | Dok. Lanang Indonesia

ARTIKEL TERKAIT