Kesehatan

Pria Akan Menjadi Gemuk Setelah Menikah?

Pernikahan adalah hal lumrah bagi semua orang. Pernikahan pun akan membawa kebahagiaan bagi pasangan, terlebih jika bisa mencapai segala sesuatu yang diperjuangkan bersama. Namun dalam ulasan ini Lanang Indonesia ingin membahas salah satu mitos di masyarakat, tentang pria akan menjadi gemuk setelah menikah, benarkah?

Mitos tersebut pun beranggapan Jika sang pria semakin gemuk, berarti sang istri berhasil mengurus suaminya. Atau istilah slangnya “Susunya Cocok” telah banyak dipercaya oleh sebagian besar orang. Hal itu pun terbukti dengan banyaknya pria yang mengalaminya setelah menikah. Tapi bagaimana keabsahannya? Mari kita buktikan.

Penelitian tentang pasangan heteroseksual di Amerika Serikat yang dipublikasikan di jurnal Social Science & Medicine itu menggunakan data dari Panel Study of Income Dynamics antara tahun 1999 dan 2013. Hasil penelitian mengungkapkan, pria yang sudah menikah memiliki indeks masa tubuh 1,4 kg lebih tinggi dibanding pria yang belum menikah. Bahkan, bobot tubuh bisa lebih bertambah saat masa-masa awal pria menjadi seorang ayah.

Penelitian ini menunjukkan jika pertambahan berat badan pada pria banyak didasari oleh perubahan motivasi, perilaku, dan kebiasaan makan mereka. Studi penelitian ini mendukung teori bahwa pernikahan mengarah pada banyaknya kesempatan untuk mendapatkan makanan berlimpah dan pola makan yang lebih teratur bagi pria karena peran istri.

Dalam penelitian lain menyebutkan jika pria yang sudah menikah ternyata akan mengalami kenaikan berat badan hingga 25 persen khususnya jika dibandingkan dengan mereka yang masih melajang dalam durasi waktu yang sama. Bahkan, rata-rata pria yang sudah menikah bisa mengalami kenaikan mencapai 4,5 kg dari berat badan mereka saat belum menikah dan cenderung lebih bertambah lagi setelah menjadi ayah.

Penelitian yang dilakukan oleh Families, Systems and Health Journal ini melibatkan sebanyak 2300 pria dewasa yang belum dan telah menikah. Dan hasilnya menunjukkan hasil yang tak jauh berbeda dengan mitos di masyarakat, yakni pria cenderung akan menggemuk setelah menikah.

Banyak Pakar Kesehatan juga menemukan jika kadar hormon testosteron pada pria yang sudah menikah, terlebih untuk yang sudah memiliki anak ternyata mengalami penurunan yang signifikan. Selain itu, kadar prolaktin pada pria justru cenderung meningkat setelah menikah. Hal ini membuktikan jika hormon testosteron yang cenderung identik dengan libido akan terlampiaskan saat menikah sehingga pria cenderung lebih nyaman dan mengeluarkan kadar prolaktin yang lebih erat kaitannya dengan pengasuhan dan kasih sayang.

Untuk semakin mengabsahkan kebenaran mitos ini, ada salah satu studi yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Bath yang melihat data dari 8.000 pria dewasa di Amerika Serikat. Menurut studi ada dua momen dimana setelah itu kenaikkan berat badan bisa menyusul yaitu saat menikah dan memiliki anak pertama kali. Rata-rata pria pada kelompok usia yang sama dengan pria menikah bisa memiliki bobot tubuh sekitar 1,3 kilogram lebih berat dibandingkan pria lajang. Para peneliti pun menyimpulkan hal ini karena pola bersosialisasi yang lebih intens setelah menikah dan melibatkan makanan. Lalu peran istri juga berpengaruh yang membuat suami menjadi rutin makan.

Tapi jika dilihat memang hal tersebut betul dirasakan oleh pria yang telah menikah. Anggapan jika sudah menikah maka tak peduli lagi dengan penampilan juga membuat pria tak memperhatikan pola makannya yang berlebihan. Selain itu waktu yang semakin sedikit untuk berolahraga juga menjadi alasan kenapa berat badan para pria sulit terjaga setelah menikah.

So, bagaimana guys? Sudah siap untuk menjadi gemuk, atau malah sudah mengalaminya? Penggemukan ini mungkin terlihat asyik untuk yang kekurangan berat badan. Lalu bagaimana dengan yang tidak? Keputusan ada di tangan kalian. Tapi kebahagiaan adalah kuncinya, bagaimanapun kondisinya.