Terkini

Produk Indonesia yang Jadi Raja di Luar Negeri

Di negara yang terkenal akan kemajemukannya ini sudah pasti membuat Indonesia memiliki banyak makanan khas yang tak dimiliki oleh negara lain. Berkat kreativitas dan kerja keras anak muda Indonesia, beberapa makanan tersebut laris manis di pasar luar negeri.

Lalu makanan khas apa sajakah yang berhasil mendominasi permintaan konsumen luar negeri. Berikut daftarnya seperti dirangkum dari data Kementerian Perdagangan RI.

Kerupuk

Makanan ringan asal Indonesia seperti kerupuk ternyata mengalami peningkatan permintaan di restoran Thailand, Tiongkok, Malaysia dan Vietnam yang ada di Kanada.

Makanan yang menjadi pelengkap saat mengunyah ini dianggap mempunyai cita rasa yang khas yang gurih. Masyarakat Kanada sendiri menganggap makanan Indonesia memiliki cita rasa yang lembut, tak terlalu asam seperti masakan Thailand dan Korea, atau terlalu pedas seperti masakan India dan Asia Tengah lainnya.

Rempah-rempah

Rempah-rempah asal Indonesia adalah produk tani yang sudah sangat melegenda, karenanya pula bangsa Eropa dahulu dengan penuh niat datang ke nusantara. Ternyata hal itu masih bertahan hingga kini di Eropa. Sebagai contoh, importir asal Jerman, membeli produk rempah dari Indonesia senilai US$ 600 ribu.

Indonesia sendiri telah menjadi pemasok rempah terbesar ketiga ke Jerman, setelah Brasil dan Vietnam dengan pangsa sebesar 16,51 persen. Selama lima tahun terakhir, ekspor rempah Indonesia ke Jerman juga mengalami kenaikan sebesar 14,53 persen dengan nilai ekspor mencapai US$ 45,88 juta pada 2015.

Sambal

Dalam pameran perdagangan China International Import Expo (CIIE) 2016, yang berlangsung di Tiongkok pada‎ pertengahan tahun ini, produk saus sambal dan saus tomat asal Indonesia mendapatkan kontrak pembelian sebanyak 10 kontainer.‎

Produk-produk ini rencananya akan mengisi gerai Olle Supermarket yang mempunyai 50 cabang di Shanghai dan sekitarnya. Produk saus sambal ini juga akan memenuhi rak dari supermarket Sam’s Club untuk 5 cabang Lotte, serta supermarket lokal di Tiongkok.

Jika masyarakat luar negeri saja ketagihan menggunakan produk Indonesia, lalu kenapa kita sendiri harus asing menggunakannya.