Gadget

Rahasia Xiaomi Buat Smartphone Berkualitas Tetap Terjangkau

Xiaomi yang merupakan produsen ponsel pintar terbesar ke-3 di Dunia semakin masif dalam merebut pasar. Tak butuh waktu lama, hanya dengan tujuh tahun sejak pertama kali berdiri, Xiaomi telah menjadi brand yang dikenal luas dan dinikmati banyak kalangan. Alasannya adalah karena produknya yang super berkualitas dengan harga yang jauh lebih terjangkau dari seharusnya, bagaimana caranya?

Akhir tahun lalu Xiaomi merilis Redmi 5A yang menjadi incaran para peminat smartphone kelas terjangkau. Bicara harga, sebenarnya produsen sekelas Samsung dan Lenovo pun juga membuat ponsel dengan harga yang terjangkau. Lalu kenapa konsumen tetap memilih Xiaomi? Mari kita ulas bersama.

Kita ambil contoh pada Redmi 5A yang dijual di Indonesia dibekali dengan system-on-chip (SoC) Snapdragon 425 dan memori sebesar 2GB hingga 3GB. Lalu kapasitas penyimpanan mulai 16GB hingga 32GB. Dengan spesifikasi tersebut, konsumen bisa membeli Redmi 5A hanya seharga Rp 999.000. Jika dibandingkan dengan lawan sebandingnya, yakni Samsung J1 Ace seharga Rp 1,299 juta dan Lenovo Vibe C seharga Rp 1,330 juta, maka Xiaomi tetaplah unggul bukan hanya karena harga tapi juga spesifikasinya.

Spesifikasi Samsung J1 Ace dan Lenovo Vibe C malah tertinggal dua generasi dari Redmi 5A. Selain hanya menggunakan Spreadtrum dan Qualcomm, Samsung dan Lenovo juga kalah dalam hal kapasitas RAM dan memori penyimpanan serta resolusi kamera. The Verge pun dalam salah satu artikelnya mengatakan jika Xiaomi sebagai produsen ponsel yang memberikan komitmen specs-to-price ratio. Kemampuan Xiaomi dalam menjual produknya dengan terjangkau pernah membuat di boikot untuk masuk pasar ponsel di Eropa.

Namun ternyata rahasia harga terjangkau Xiaomi bukanlah karena biaya produksi yang dipangkas, tetapi karena Xiaomi tak mau lagi menghabiskan anggaran perusahaannya untuk strategi pemasaran konvensional, melainkan dengan digital. Bahkan saat pertama kali hadir, Xiaomi malah enggan untuk membuka toko fisik. Meskipun belakangan Xiaomi mulai membuka toko secara fisik untuk meningkatkan brand awareness.

Strategi lain yang bisa membuat smartphone Xiaomi terjangkau adalah dengan Flash Sale. Flash sale sendiri merupakan metode penjualan dengan waktu terbatas disertai embel-embel harga lebih murah dari harga normal. Lewat metode itu Xiaomi menerapkan langkah pemasaran yang meraih sukses. Simpelnya, produk yang menggunakan strategi ini seolah terlihat sangat laris hingga terkesan kehabisan stok.

 

Tanpa sadar banyak konsumen menjadi khilaf untuk membelinya ditambah dengan spesifikasi yang sedikit di atas para pesaing di kelasnya. Bagaimana bro, sudah tahukan strategi Xiaomi membuat ponselnya lebih murah. Mungkin kalian juga bisa menerapkan strategi ini dalam berbisnis, selamat mencoba.