Terkini

Rasi Bintang David Bowie

“Theres a starman waiting in the sky, He did like to come and meet us,  but he thinks he did blow our minds”, begitu lirik dari lagu David Bowie berjudul Starman. Lagu yang dibuat pada awal 1972 ini berkisah tentang imajinasi luar angkasa dan tren kawula muda saat itu. Mungkin ketika lagu itu dibuat, David Bowie tak pernah memikirkan dampaknya, tapi lagunya yang berjudul Starman itu menjadi kenyataan.

Sekelompok astronom asal Belgia berencana memberi nama rasi bintang dengan nama David Bowie. Konstelasi rasi bintang itu diketahui terdiri dari tujuh bintang yang memiliki posisi mirip dengan kilatan petir di wajah Bowie ketika mengisi sampul album miliknya, Aladdin Sane yang dirilis tahun 1973.

Posisi rasi bintang ini ada di dekat Mars dan akan dicatat bersamaan dengan waktu meninggalnya David Bowie. Meski sudah berhasil menemukan posisi bintang yang akan diberi nama Bowie, para astronom mengaku masih kesulitan untuk menentukan bintang yang pantas untuk Bowie.

Dilansir dari Billboard.com, Philippe Molet, astronom dari MIRA Public Observatory di Belgia, mengatakan, "Studio Brussell meminta kami memberi Bowie suatu tempat unik di galaksi. Maka dari itu, berdasarkan albumnya, kami memilih tujuh bintang, yakni Sigma Librae, Spica, Alpha Virgins, Zeta Centauri, SAA 204 132, dan Beta Sigma Octantis Trianguli Australis,".

Pemberian nama rasi bintang ini juga merupakan bagian dari penghormatan para penggemar untuk sang bintang David Bowie, yang dikembangkan oleh Google Sky, yaitu "Stardust for Bowie". Dalam proyek ini, penggemar David Bowie dapat membuat sebuah penghormatan personal melalui lagu favorit atau pesan dalam bentuk visualisasi bintang.

Bowie sendiri memang diketahui sering menjadikan alam sebagai referensinya dalam berkarya. Selain persona Ziggy Stardust, beberapa hits Bowie yang terinspirasi dari alam adalah Starman, Life on Mars, dan Space Oddity.