Fashion

Satu Lagi Karya Indonesia Di London Fashion Week

Karya fashion tanah air kembali menunjukkan namanya di dunia internasional. Kali ini karya fashion berbasis budaya tradisional karya Amanda Indah Lestari bersama tim LEKAT akan menampilkan tenun Suku Baduy di London Fashion Week.

Amanda Indah Lestari bersama tim LEKAT akan mengangkat tenun tradisional baduy dalam karya fashion yang unik, berestetika tinggi dan syarat budaya lokal.

Bukan hal mudah untuk bisa menampilkan karya di London Fashion Week. Amanda Indah Lestari melewati beberapa kali proses kurasi yang sangat ketat untuk bisa lolos dalam salah satu acara fashion bergengsi di dunia tersebut.

press-confrence-lekat-1175-620x424

Beberapa baju dengan inspirasi tenun baduy | Khalida Imanatama Nasution

"Indonesia adalah inspirasi saya. Eksplorasi kekuatan visual dan kisah budaya Indonesia, terutama tenun Baduy, sangat dekat di hati saya," ucap Amanda kepada Lanang Indonesia.

Dalam konferensi persnya yang digelar di butik LEKAT, Kemang, Jakarta, Rabu (8/2/2017), Amanda menunjukkan beberapa karyanya dari hasil kreasi tenun Baduy yang diperagakan oleh model.

press-confrence-lekat-1180-620x424

Suasana konferensi pers | Khalida Imanatama Nasution

Untuk mendukung itu semua, visionary filmmaker Nia Dinata bersama dengan VISIONAIRE, akan memproduksi fashion documentary film dari mulai persiapan di Indonesia sampai di London Fashion Week.

Tak mau ketinggalan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam rangka misi Diplomasi Budaya sangat mendukung partisipasi karya Indonesia dalam even ini. Melalui even ini juga diharapkan masyarakat internasional mengenal lebih banyak kain-kain tradisional Indonesia yang sangat beragam.

press-confrence-lekat-1197-620x424

Permainan tekstur tenun memberikan aura hand-made yang kuat | Khalida Imanatama Nasution

Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Ditjen Kebudayaan akan terus memberi dukungan bagi seniman dan pelaku budaya untuk hadir dalam even-even serupa, sehingga kehadiran Indonesia bisa diapresiasi di seluruh penjuru dunia