Sosok

Sebastian Sieber Bicara E Commerce Indonesia

Telah diperkenalkan sebelumnya melalui wawancara video di sini, Sebastian Sieber yang merupakan Chief Marketing Officer dari Lazada Indonesia ini akhirnya buka suara tentang perkembangan bisnis e Commerce di Indonesia.

Dirinya mengakui jika penggunaan internet untuk bisnis di Indonesia masih cukup kecil jika dibandingkan dengan beberapa negara maju seperti China dan Amerika Serikat.

“Persentase kegiatan online yang dilakukan perusahaan ritel di Indonesia hanya 1%, sedangkan sisanya mereka menjalankan bisnis secara offline. Mari kita bandingkan dengan China atau Amerika Serikat yang sukses memancing bisnis ritel ini ke dunia online hingga 10%. Tapi saya rasa peningkatan akan segera terjadi karena orang-orang Indonesia sudah jauh lebih ramah terhadap perkembangan teknologi,” katanya kepada Lanang Indonesia.

Sebastian juga menyambut baik peran pemerintah Indonesia yang sudah menunjukkan beberapa inisiatif untuk terus mendukung perkembangan infrastruktur dunia online. Sehingga banyak perusahaan yang bisa lebih konsentrasi pada pengalaman konsumen.

“Kami lebih terkonsentrasi untuk menggerakkan bisnis e Commerce ini kepada para user, karena pada akhirnya jika konsumen sudah benar-benar paham dan akrab dengan bisnis ini sisanya akan mengikuti,” tuturnya.

Lazada Indonesia sendiri memiliki beberapa poin penting pengembangan bisnis yang berdasarkan pada kepuasan konsumen.

“Kami menawarkan jasa antar gratis ke setidaknya 50 kota hingga hari ini. Lalu ada fitur cash on delivery, karena tidak semua konsumen kita memiliki kartu kredit dan pembayaran di tempat sangat diminati di Indonesia. Ditambah lagi kami terus menyempurnakan kebijakan untuk refund dan pengembalian barang,” lanjutnya.

Menurutnya, banyak faktor yang bisa mempercepat perkembangan bisnis e Commerce di Indonesia. Salah satunya adalah internet yang sudah seperti candu di sini.

“Data yang saya ketahui hari ini 95% orang Indonesia sudah memiliki akses internet dan mereka pasti memiliki setidaknya satu akun Facebook. Jika sekarang kita pergi ke sebuah restoran dan melihat sepasang kekasih tak lagi saling berbicara dengan intim, tapi mereka lebih senang mengambil foto dari makanan-makanan yang akan mereka makan lalu mengunggahnya ke Instagram,” tutup pria 30 tahun ini.