Terkini

Selamat Jalan 3 In 1

Kebijakan tiga dalam satu atau 3 in 1 bagi pengendara mobil di Jakarta pasti sudah tak asing lagi. Kebijakan ini merupakan bentuk untuk mengatasi tumpukkan mobil di jalan-jalan protokol Ibukota. Kebijakan ini pertama kali diperkenalkan oleh Sutiyoso pada 2003 saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Kebijakan ini mengharuskan pengendara mobil mengangkut 3 orang atau lebih di dalam mobilnya jika ingin melewati jalan-jalan protokol seperti Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin dan Jalan Medan Merdeka Barat.

Total sebanyak 5 ruas jalan protokol merupakan kawasan 3 in 1 yang harus dipatuhi pengendara mobil. Pada awalnya jam 3 in 1 hanya di pagi hari mulai pukul 07.00-10.00, lalu ditambah pada sore hari mulai pukul 16.00-19.00. Tiga belas tahun sudah ketatnya peraturan 3 in 1 menemai jalan-jalan Ibukota, namun ketatnya peraturan tersebut tetap tak mengurangi padatnya kendaraan yang lalu lalang. Melihat tak efektifnya peraturan yang dinilai simbolis tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, mencoba untuk menghapus peraturan tersebut.
Joki 3 in 1
 

Hal itu dikarenakan tumbuh suburnya joki 3 in 1 yang menawarkan jasa tumpangan. Praktik tersebut merupakan hasil akal-akalan pengendara dan orang yang membutuhkan pekerjaan.

Mulai besok, pada 5-8 April dan 11-13 April, Dinas Perhubungan dan Transportasi Jakarta akan melakukan uji coba penghapusan 3 in 1. Nantinya, kawasan 3 in 1 akan berubah status menjadi kawasan tertib lalu lintas.

Sponsored Links

 

Selain itu, untuk mengurai kemacetan, Dinas Perhubungan menambah armada Transjakarta dan sterilisasi jalur bus agar semakin minat masyarakat menggunakan angkutan umum. Semoga berhasil.