Tekno Otomotif

Si Mungil Suzuki Hustler Batal Masuk Indonesia

Pencinta otomotif dalam negeri sempat dibuat terkagum-kagum oleh Suzuki saat memamerkan produknya bernama Hustler pada pergelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2014 lalu.

Dengan respons positif itu, pihak Suzuki berencana memboyongnya untuk bisa mengaspal di Indonesia. Hal ini pun membuat para pencinta otomotif gembira ria jika benar dihadirkan. Mobil kei car jenis MPV ini sebenarnya sangat mumpuni untuk melaju di jalan-jalan ibu kota, karena Suzuki Hustler memiliki standar keamanan yang sangat tinggi di antara yang lainnya berdasarkan pengetesan oleh Japan New Car Assessment Program.

Selain itu, mobil berkapasitas mesin 658 cc ini juga meraih Advanced Safety Vehicle-Plus (ASV +) oleh Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata, bekerja sama dengan Badan Nasional untuk Keselamatan Otomotif dan Bantuan Korban (NASVA). Hasilnya, performa rem, kecepatan transmisi, peringatan perpindahan jalur dan kinerja kamera sensornya sangat hebat.

Meski telah memiliki standar dari berbagai aspek yang sangat bagus, namun hal itu tak juga memuluskan laju Suzuki Hustler untuk mengaspal di tanah air. Beberapa regulasi membuat PT Suzuki Indomobil Sales mengurungkan niatnya, seperti pajak dan bea masuk yang tinggi.

Di Jepang, mobil ini dihargai 1.780.000 yen atau setara Rp 150.000.000, namun karena pajak yang tinggi bisa mencapai Rp 300.000.000 jika dipasarkan di sini. Masalah regulasi ketebalan kaca juga jadi kendala untuk Suzuki Hustler, standar yang diterapkan pemerintah adalah 2-3 mm, sedangkan Hustler lebih tipis. Faktanya di Jepang, kaca mobil memang tipis namun menggunakan material yang lebih kuat dan padat.

Batal masuknya Suzuki Hustler ke Indonesia membuat para pengagumnya harus mengisap jempol dalam-dalam. Semoga kendala regulasi ini bisa di atasi dan tak jadi masalah berkelanjutan.