Kesehatan

Siap Puasa di Awal Musim Kemarau

Sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadan dan tentunya kalian yang muslim wajib menjalankan ibadah puasa Ramadan. Kabar serunya adalah puasa tahun ini bertepatan dengan dimulainya musim kemarau bro! Menantang bukan?

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) musim kemarau tahun 2018 ini memang sudah dimulai sejak April kemarin. Namun itu baru di bagian timur Indonesia bro, dan sekarang mulai perlahan tapi pasti masuk ke wilayah barat. Kalian sendiri sudah merasakan kan bagaimana hujan yang mulai berhenti turun dan hawa yang cukup hangat pada malam hari.

Dahsyatnya menurut Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, musim kemarau tahun ini memiliki temperatur yang aduhai, yakni hingga 34ᵒ C pada siang hari.

“ Saat bulan puasa menurut prakiraan di Jawa sudah masuk awal musim kemarau, transisi pancaroba dan awal musim kemarau. Temperaturnya bisa mencapai 34ᵒ C,” ungkao Dwikorita seperti dikutip dari Detik.

Udara panas adalah salah satu tantangan terberat yang bisa dihadapi oleh orang yang berpuasa. Karena jika terus menerus melakukan kontak dengan udara panas otomatis jumlah cairan dalam tubuh kita akan menyusut. Maka sebisa mungkin minimalkan kegiatan luar ruangan jika memang tidak terlalu perlu.

Bagi kalian yang selama bekerja cenderung ada di luar ruangan secara konstan, satu-satunya jalan adalah dengan membekali tubuh sebaik-baiknya saat sejak malam hari hingga waktu sahur.

Konsumsi air minum yang teratur jauh lebih baik dibandingkan dengan memaksa banyak minum hanya di waktu sahur. Konsumsi makanan berkuah dan juga jus buah-buahan akan menambah simpanan cairan tubuh bagi kalian.

Intinya bro, jangan hanya karena puasa dan panas yang terik membuat kita jadi pria lemah yang takut matahari. Aktivitas harus tetap normal, tinggal kecerdasan kita mengelola energi yang lebih ditingkatkan. Biar gak Cuma dapat lapar dan haus aja bro selama Ramadan!