Gaya Hidup

Spotlight, Film yang Tak Disangka-sangka

Dalam acara penghargaan Academy Award 2016 di Dolby Theatre, Los Angeles penuh dengan kejutan. Selain Leonardo DiCaprio yang akhirnya meraih Piala Oscar pertamanya untuk kategori Best Lading Actor setelah bertahun-tahun juga kemenangan Best Picture oleh film Spotlight yang tidak begitu diperkirakan.

Berhadapan dengan film-film yang tak bisa dianggap enteng seperti The Martian, The Revenant dan Mad Max yang luar biasa dengan modal-modalnya.

Spotlight yang dibintangi Mark Rufallo, Michael Keaton dan Rachel McAdams menceritakan tentang kisah nyata investigasi Boston Globe terhadap skandal besar penganiayaan anak yang dilakukan oleh para pastur yang mengguncang gereja katolik.

Tidak terlalu orisinil karena kita pernah mengenal beberapa film sejenis seperti Kill The Messenger (2014) atau All The President’s Men (1976) yang menceritakan usaha-usaha wartawan membongkar skandal-skandal besar.

Terlepas dari semua itu Spotlight sangat layak tonton karena untuk di IMDB saja film ini mendapatkan rating 8,2 di mana angka ini sudah bisa disetarakan dengan film-film bagus seperti V for Vendetta (2005), The Wolf of Wall Street (2013) atau bahkan kartun fenomenal My Neighbor Totoro (1988).

Satu-satunya kesalahan film ini hanya mengangkat isu yang kurang populer sehingga mungkin kita sendiri di Indonesia tidak terlalu menyadari kehadirannya. Orang-orang kita lebih suka dengan film-film high tech semacam Transformers, Iron Man atau film-film yang tak terlalu butuh mikir yang penting visual keren. Klasik.