Gaya Hidup

Sunda Kelapa, Wisata Tak Biasa Di Ujung Jakarta

Ke mana tempat biasa Anda menghabiskan akhir pekan? Jika ingin melanglang dengan tempat dan suasana tak biasa, Pelabuhan Sunda Kelapa bisa jadi pilihannya.

Pelabuhan Sunda Kelapa sendiri memiliki sejarah panjang bagi Kota Jakarta. Telah ada sejak abad ke 13 dan mulai menjadi titik penting bagi pusat perdagangan di Asia sejak tahun 1500an. Kapal-kapal asing yang berasal Tiongkok, Jepang, India Selatan dan Timur Tengah merapat di Sunda Kelapa dengan membawa barang komoditi seperti porselen, kopi, sutra dan barang-barang lain.

Hal itulah yang sampai sekarang masih menjadi ciri khas pelabuhan yang identik dengan barisan kapal Pinisi yang merapat. Meski tak sebagus pelabuhan internasional, namun Sunda Kelapa tetap ramai dikunjungi para wisatawan lokal maupun luar negeri. Sampai saat ini, Sunda Kelapa merupakan satu-satunya pelabuhan tradisional yang masih beroperasi secara aktif.

Pelabuhan yang masuk dalam area kawasan wisata sejarah kota tua ini punya banyak hal menarik yang bisa dijumpai, seperti berkeliling pelabuhan dengan sampan, aktivitas bongkar muat barang secara konvensional dan keindahan matahari terbenamnya yang cukup indah.

Untuk menuju kawasan ini bisa dijangkau dengan angkutan umum atau dengan tur bersepeda yang ditawarkan pemandu wisata. Hanya dengan biaya tiket masuk sebesar Rp 2.500, kita sudah puas untuk berkeliling pelabuhan yang syarat nilai sejarahnya ini.