Sukses

Tak Selamanya Kebebasan Itu Asyik

Kebebasan, kata yang diidamkan oleh kita semua untuk diwujudkan. Kita rela berlomba-lomba, berlari dan menguras tenaga untuk meraihnya. Tapi apakah kita sudah merenungkan arti kebebasan itu sendiri?

Begitu luas arti kebebasan sampai kita bingung ingin yang seperti apa. Bagi sebagian orang bebas itu bisa memilih sesuka hati, menjalani hidup semau diri. Tapi apakah arti kebebasan hanya cukup sampai di situ, lalu apakah jika sudah seperti itu akan otomatis buat kita bahagia? Hidup itu paradoks.

Life is choice, hidup adalah pilihan. Kita semua tentu percaya itu, oleh karenanya kita sangat menghargai arti kebebasan, kemerdekaan, dan pilihan dalam menentukan jalan hidup kita sendiri. Tapi sekali lagi, sebelum kita menuntut kebebasan coba pikirkan apa kita sudah benar-benar punya pilihan? Apa kita benar-benar bisa bebas memilih?, dan apakah realitanya mendukung itu?

Kita harus memahami “keadaan kita” dan “pilihan yang kita punya”. Semakin banyak pilihan kita semakin besar konsekuensinya, lalu apakah kita sudah memikirkan itu? Hidup di era digital ini memang memberi kita banyak kebebasan dan kemudahan, kita bebas melakukan segala sesuatunya dengan lebih mudah. Mulai sekarang kurangilah untuk menuntut kebebasan, dalam arti kita hanya perlu melakukannya di saat memang harus melakukannya.

Sponsored Links

Mungkin ada benarnya, bebas itu tidak takut untuk mengikuti kata hati. Untuk menjadi diri sendiri. Untuk memilih terbang, berlari, pergi atau hanya diam di sini. Bebas punya berbagai opsi, namun tetap sadar semuanya punya konsekuensi.

ARTIKEL TERKAIT