Motor-mobil

Tips Mengenal Kondisi Ban Dengan Baik

Usai menempuh perjalanan ratusan bahkan ribuan kilometer saat mudik ke kampung halaman, tentunya kondisi kendaraan menjadi perhatian para pemudik. Dari sekian banyak komponen kendaraan, ban menjadi salah satu komponen penting yang harus diperhatikan. Mungkin ketebalan ban tak akan langsung habis tapi perjalanan panjang bisa menguras usia pakai ban.

Lalu bagaimana cara mengetahui kondisi ban dan kelayakan usia pakainya? Lanang Indonesia akan merangkum infonya untuk anda. Bridgestone Indonesia sebagai salah satu produsen ban memaparkan semua seluk-beluk ban agar pengendara mengenal betul kondisi bannya.

Untuk ban baru setidaknya memerlukan pemanasan agar bisa menemukan cengkeraman optimal ketika melaju di atas aspal. Karet ban sendiri perlu waktu untuk adaptasi sampai jarak tempuh mencapai ratusan kilometer. Pemanasan ini bertujuan untuk penyesuaian temperatur ban.

Pemanasan pada ban baru mutlak diperlukan untuk melepas cairan kimia yang digunakan untuk membuat ban terlihat mengkilap. Setidaknya ban baru anda butuh perjalanan 200-350 km untuk menghilangkan lapisan pelumas dan silikon dari proses moulding.

Ban baru dengan karet yang belum lentur harus digunakan dengan lebih hati-hati karena ban dengan grip yang belum maksimal akan sulit dikendalikan saat pengereman mendadak, terutama dalam kecepatan tinggi.

Dalam hal penggantian ban tidak ada aturan baku terkait waktu pergantian ban, oleh sebab itu buku pandual manual tak mencantumkannya seperti penggantian oli. Usia ban bisa berbeda-beda dari tiap pengendara, tergantung gaya berkendara, perawatan, intensitas pemakaian serta kondisi jalan yang dilalui. Cara yang paling mudah untuk menentukan penggantian ban adalah alur motif ban yang mulai putus-putus alias gundul, biasanya ini jika ketebalan motif ban sudah mencapai 1,6 mm.

Beberapa faktor yang mempengaruhi usia pakai ban yang perlu diperhatikan adalah; tekanan oksigen, suhu udara, serta kelembaban. Lalu kurangi tekanan ban sebesar 10-20% dari tekanan normal ketika melewati jalan licin atau dalam kondisi hujan.

Sponsored Links

Namun tidak disarankan untuk melewati tikungan tajam dengan kecepatan tinggi ketika tekanan angin rendah. Ini bisa menyebabkan selip atau understeer,- kondisi di mana ban tak mau mengikuti arah kemudi. Pengereman dengan mesin atau engine brake juga disarankan ketika melewati jalan dalam kondisi hujan atau berdebu. Ini karena cakram yang terkontaminasi debu dan air dalam waktu lama bisa mengurangi daya gesek dan bisa mengurangi daya gigit saat pengereman.

Begitulah sekiranya kondisi ban saat kita gunakan, meski terlihat tak sevital mesin dan yang lainnya, namun ban merupakan irisan nyawa kita saat berkendara. Kondisi ban yang buruk bisa menyebabkan kecelakaan yang fatal.