Motor-mobil

Toyota C-HR Mengaspal Di Indonesia, Tantang Honda HR-V?

Toyota Astra Motor baru saja secara resmi memboyong All New Toyota C-HR 2018 ke Indonesia. Mobil dengan segmen compact crossover ini langsung mencuri perhatian pencinta otomotif di Indonesia. Sebelumnya Toyota sudah mengenalkan mobil ini di ajang otomotif GIIAS 2017. Hadirnya Toyota C-HR bukan tanpa tantangan, meski pihak Toyota mengaku belum punya lawan di Indonesia, sejatinya Honda HR-V, Mazda CX-3 dan Nissan Juke adalah kompetitor karena segmen yang sama.

 

Toyota C-HR yang dihadirkan ke Indonesia sendiri merupakan impor utuh dari Thailand dengan spesifikasi mesin bensin 2ZR-FBE 4 silinder berkapasitas 1.800 cc berteknologi Dual VVT-i. Tenaganya mencapai 141 ps dengan torsi 170 Nm. Sebenarnya Toyota C-HR sendiri memiliki variasi kapasitas mesin mulai dari 1.200, 1.800, 2.000 dan bahkan hibrida. Namun pihak Toyota Astra Motor hanya membawa yang berkapasitas 1.800 cc, lalu apa pertimbanganya?

Toyota Astra Motor sendiri beralasan untuk memberi pengalaman berkendara yang menyenangkan bagi pengendara dengan semburan tenaga lebih besar dari varian 1.200 cc, namun efisiensi bahan bakar tetap lebih optimal ketimbang varian 2.000 cc. Tapi jika dilihat sekilas, Honda HR-V juga memiliki varian mesin 1.800 cc dengan tenaga 139 ps dan torsi 169 Nm.

toyota-c-hr2

Secara fitur Toyota C-HR bisa dibilang lengkap di kelasnya. Berstatus sebagai mobil yang dibangun di atas Toyota New Global Architecture (TNGA), C-HR punya fitur melimpah. Smart key, tombol start-stop, AC digital dual zone dengan fitur dual zone yang otomatis, spion elektris yang bisa dilipat secara otomatis dan manual head light leveling, adalah beberapa dari fitur mewah yang dimiliki Toyota C-HR.

Lalu Toyota juga melengkapi C-HR dengan 7 airbag, blind spot monitoring system, kamera parkir, rear cross traffic alert, vehicle stability control, hill start assist, rem ABS (Anti-lock Braking System), EBD (Electronic Brake Force Distribution) dan BA (Brake Assist). Bahkan rem C-HR sudah double disc brake, cakram berventilasi di depan dan solid disc di belakang.

Namun semua keunggulan tersebut tetap saja membuat ini dicibir oleh sebagian pencinta otomotif. Apalagi, kalau bukan soal harga, Toyota membanderol mobil ini seharga Rp 488,5 juta untuk varian satu warna dan Rp 490 juta untuk varian dua warna. Harga tersebut jelas membuat kaget banyak pencinta otomotif, bukan karena dianggap mahal, namun karena harga yang tak sesuai dengan harga pasaran mobil sekelasnya. Harga tersebut bahkan menyenggol banderol Toyota Fortuner tipe G manual dan matik yang dijual masing-masing seharga Rp 467,3 juta dan Rp 485,3 juta.

toyota-c-hr3

Toyota mungkin akan beralasan jika model dan fitur yang ditampilkan sangat lengkap, sehingga wajar jika dibanderol dengan harga cukup fantastis dikelasnya. Tapi jika dikomparasi dengan para pesaingnya, Toyota C-HR bukan tanpa celah, misalnya saja ground clearance yang lebih rendah 31 mm dari HR-V. Selain itu masih ada beberapa kekurangan yang dimiliki C-HR; tak ada panoramic sunroof elektrik, paddle shift dan lampunya belum LED.

Bayangkan saja, Honda HR-V yang harganya 110 juta lebih murah dari C-HR sudah memiliki panoramic sunroof elektrik, paddle shift dan lampu LED. Boleh saja Toyota tak mengindahkan sunroof karena lebih mengutamakan safety dengan menanamkan 7 airbag. Tapi sangat ironi jika konsumen harus merogoh kocek dalam namun masih memakai lampu halogen. Untuk urusan modelnya, mungkin Toyota C-HR boleh berbangga, namun kembali lagi jika soal model adalah selera masing-masing konsumen. Tapi bagi kalian yang ingin tampil berbeda dan mau merogoh rekening lebih dalam tentu C-HR bisa menjadi pilihan. Mungkin karena itu pula Toyota memasang slogan ‘Against Stereotype’ pada mobil ini.

Toyota sendiri memberi C-HR lima warna yang berbeda - White Pearl Crystal Shine, Attitude Black Mica, Metal Stream Metallic, Blue Metallic With Sporty Black Roof dan Red Mica With Sporty Black Roof.