Tekno Otomotif

Vespa Motor Perdamaian

Sebagai salah satu motor skuter pertama yang sudah cukup lama ada. Vespa punya sejarah panjang dengan perjalanannya yang sangat menarik.

Sejarah bermula ketika Presiden Soekarno mengirim pasukan Kontingen Garuda II dan III ke Republik Kongo yang dilanda konflik di Afrika Tengah, pada tahun 1960-1963. Sepulang dari misi perdamaian tersebut para tentara dihadiahi Vespa tipe VGLA/VGLB oleh Presiden Soekarno. Tipe Vespa ini juga menjadi cikal bakal istilah Vespa Kongo oleh penikmat skuter tanah air.

Berangkat dari hal itu, pengertian dan makna Vespa pun berkembang di antara pengguna di Indonesia. Vespa dianggap memiliki arti lebih dari sekedar alat transportasi tapi juga pesan perdamaian.

Dalam prosesnya, pesan perdamaian ini diwujudkan dalam bentuk solidaritas, toleransi, dan juga kesederhanaan yang begitu melekat pada pengguna skuter ini.

Kebiasaan hangat tersebut terus dilestarikan para pengguna Vespa sampai sekarang selama 5 dekade. Hal kecil yang sering dijumpai adalah ketika antar pengguna Vespa bertemu dan akan saling bertegur sapa mulai dari melambaikan tangan sampai membunyikan klakson.

Tak hanya sampai di situ, jika ada pengguna Vespa yang mogok di jalan maka pengguna lainnya akan membantu sampai selesai. Hal-hal inilah yang akhirnya membuat Vespa memiliki dimensi baru dengan ragam cerita dalam kebersamaan.

Siapa sangka ternyata sebuah benda bermesin pun bisa menjadi alat untuk membawa pesan perdamaian. Semoga hal ini juga bisa diikuti oleh kita semua.